Terjebak dalam Zettelkasten

Beberapa hari ini saya mencoba baca buku baru setelah menamatkan How to Take Smart Notes : One Simple Technique to Boost Writing, Learning and Thinking – for Students, Academics and Nonfiction Book Writers (Sönke Ahrens, 2017) . Saya sudah coba membaca A Field Guide to Lies (Daniel Levitin, 2016). Bahasan statistik populer ini menarik, namun rasanya … Continue reading Terjebak dalam Zettelkasten

Korespondensi Masa Lalu

Reading Challenge 2020 diawali dengan membaca sebuah buku yang cukup besar, berat untuk dibawa-bawa, dan terlalu fancy untuk dibaca di transportasi umum. Rasanya lazim apabila seseorang yang tumbuh di era digital mengernyitkan dahi ketika mendengar ada buku yang mengkurasi korespondensi orang-orang terkenal di masa lalu. Gue pun awalnya demikian. Padahal gue sering berkirim kartu pos ketika melancong. … Continue reading Korespondensi Masa Lalu

Bye, Books

Berawal dari meminimalisir baju dan informasi, kini gue sedang berusaha meminimalisir hal lain yang bisa diminimalisir untuk hidup yang lebih ringan dan nyaman. Termasuk meminimalisir barang yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya: buku. Sebagai penikmat buku fisik sekaligus pelaku tsundoku (積ん読), dulu gue bersikeras bahwa buku adalah barang yang tidak akan pernah gue enyahkan dalam perjalanan … Continue reading Bye, Books