Korea Selatan / Mancanegara / Perjalanan

Perjalanan ke Perbatasan Korea (bag. 1)

Korea Utara dan Korea Selatan adalah negara yang masih bersitegang hingga saat ini akibat Perang Korea di tahun 1950. Singkat cerita, Perang Korea terjadi akibat perang saudara dan semakin memanas setelah dikompori oleh mereka yang berkepentingan untuk menghimpun teman seperkutuan: Amerika Serikat dan Uni Soviet. Akhirnya negara tersebut menjadi dua bagian. Kubu yang menganut paham komunis menjadi Korea Utara. Sedangkan kubu yang ikut Amerika Serikat menjadi Korea Selatan. Sebagai imbas dari pemisahan ini, tidak sedikit penduduk Korea yang terpisah dengan keluarganya dan tidak pernah berjumpa lagi hingga kini.

Perbedaan ideologi kedua negara tersebut menimbulkan kontras kehidupan yang amat jauh. Kini wisatawan asing yang dimanja dengan gemerlapnya Korea Selatan bisa mengintip gelapnya kehidupan di Korea Utara lewat perbatasan. Eh, bukan berarti Perang Korea ini sudah selesai loh. Perang Korea ini sedang di-pending hingga batas waktu yang tidak ditentukan. Tercatat hingga tahun 2012 pun masih ada baku tembak di perbatasan. Tidak heran jika wajib militer masih diterapkan di kedua negara. Maka dari itu ada atau tidaknya tur ke perbatasan ini sangat bergantung dengan situasi politik dari kedua negara.

Korea Utara dan Korea Selatan dipisahkan oleh garis virtual yang dinamakan Demiliterized Zone (DMZ). Garis ini merupakan sungai dengan perpanjangan jarak 2 km dari lebar sungai sebagai batas negara. Di ujung barat DMZ ada tempat perundingan kedua negara yang difasilitasi oleh PBB. Tempat ini disebut sebagai Joint Security Area (JSA).

Nah, tur ke perbatasan ini ada dua macam, yaitu tur DMZ dan tur JSA. Yuk kenali dulu perbedaan keduanya sebelum booking. 

Tur DMZ

Harga paket tur berkisar antara 45ribu – 55ribu KRW dengan rute,

  • Imjingak Park
  • The Bridge of Freedom
  • The 3rd Infiltration Tunnel
  • DMZ Theater & Exhibition Hall
  • Dora Observatory
  • Dorasan Station
  • Pass by the Unification Village

Tur JSA

Harga paket tur berkisar antara 85ribu – 95ribu KRW dengan rute,

  • Unification Observatory
  • Imjingak Park
  • ID Check Point
  • Camp Bonifas (Slides Show and Briefing)
  • JSA (Freedom House, Conference Room, Bridge of no Return)

Kedua paket tur di atas memakan waktu setengah hari. Ada juga tur yang menawarkan perjalanan ke DMZ dan JSA sekaligus dalam satu hari. Saat saya cek di awal tahun harganya sekitar 150ribu KRW.

Tur JSA lebih ketat karena pengunjung akan dibawa ke dalam ruang rapat PBB dan bisa melihat langsung tentara Korea Utara dan Korea Selatan saling berhadapan. Menurut informasi dari pemandu wisata, wisatawan yang ingin ikut tur JSA akan didaftarkan jauh hari sebelum hari kunjungan. Dan bisa saja wisatawan yang mendaftar ditolak. Maka dari itu harga tur ke JSA lebih mahal.

DCIM134GOPRO

Stasiun Dorasan yang diharapkan kelak bisa menghubungkan Pyeongyang dan Seoul.

Saya sendiri memilih tur DMZ karena lebih banyak aktivitasnya. Kalau masuk JSA kan cuma masuk dan diem aja enggak bisa ngapa-ngapain. Lagipula saya terobsesi melihat Stasiun Dorasan yang diharapkan kelak bisa menjadi stasiun penghubung antara Pyeongyang dan Seoul. Di tulisan sebelumnya disebutkan untuk ikut paket tur DMZ ini saya hanya merogoh kocek 30ribu KRW. Nah, kenapa saya bisa mendapatkan paket tur DMZ di bawah standar?

Rupanya perbatasan kedua negara tersebut sempat memanas di awal tahun. Sebagai imbasnya, aktivitas kunjungan wisatawan pun ditutup hingga ketegangan politik sudah meregang. Tur ke perbatasan baru dibuka lagi pada bulan Maret 2016. Bulan di mana saya membeli paket tur. Saat booking sih saya enggak tahu kenapa harganya jauh lebih murah. Pokoknya begitu menemukan yang murah, langsung booking! Haha.

Untuk proses booking, bisa langsung kontak lewat email. Pihak tur merespon dengan cepat segala pertanyaan dan permintaan. Nantinya kita akan diminta untuk mengisi formulir pendaftaran. Dalam formulir tersebut akan ditentukan di mana kita akan dijemput. Saya sendiri minta dijemput di hostel tempat saya menginap. Menjelang hari kunjungan, pihak tur akan mengkonfirmasi ulang dua kali.

Bayarnya?

Prinsipnya sama dengan naik angkot. Naik dulu bayar belakangan. Bayaran akan ditarik oleh pemandu wisata saat bus dalam perjalanan pulang kembali ke Seoul. Bisa dengan uang tunai atau kartu kredit.

Bagaimana dengan tur DMZ yang saya ikuti? Nantikan tulisan selanjutnya ya.

Advertisements

3 thoughts on “Perjalanan ke Perbatasan Korea (bag. 1)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s