Korea Selatan / Mancanegara / Perjalanan

Berburu Buku di Seoul Coret

Lupakan Nami Island, napak tilas kehidupan para oppa, atau napak tilas lokasi syuting drama Korea. Saya bukan penggemar drama dan musik Korea. Bukan napak tilas pula tujuan utama saya ke Korea Selatan. Hasrat mengintip Korea Utara lah yang membawa saya ke sana. DMZ menjadi tujuan utama. Sisanya mau ke mana, masih bingung. Biasanya sih tempat yang artsy dan tidak terlalu ramai dengan wisatawan lebih menarik perhatian saya. Cieee.

Setelah baca referensi perjalanan dari berbagai sumber, akhirnya saya menemukan tempat dengan kriteria demikian di daerah Seoul pinggiran alias Seoul coret: Heyri Art Valley.

Tempat ini merupakan desa seni tempat berkumpulnya para seniman, arsitek, penulis, dan pekerja seni lainnya. Kawasan ini dijejali dengan sederetan bangunan bergaya kontemporer yang terdiri dari museum, galeri seni, kafe, restoran, dan bengkel seni. Sepanjang kawasan Heyri Art Valley ini berjejer instalasi seni yang pas untuk dijadikan objek foto-foto ria. Dengan kata lain, tempat ini cukup Instagram-able deh pokoknya. Hehe.

Heyri Art Valley berada di kota Paju, Provinsi Gyeonggi. Letaknya tidak jauh dari Pamunjeom yang berbatasan langsung dengan Korea Utara. Kota Paju ini sangat sunyi karena tidak ada pemukiman padat penduduk. Namun ia memiliki dua objek wisata andalan yang bisa menjadi opsi wisatawan, yaitu Heyri Art Valley dan Gyeonggi English Village. Kedua tempat ini letaknya bersebrangan. Hanya saja Gyeonggi English Village terlihat lebih mencolok karena bentuknya menyerupai kastil dan desa-desa di Eropa.

Tidak jauh dari kedua tempat tersebut terdapat “kota buku” yang terinspirasi dari Hay-on-Wye di Wales, Inggris. Tempat itu bernama Paju Book City. Di sana terdapat setidaknya 300 perusahaan penerbitan dan percetakan. Selain itu banyak juga toko buku dan kafe fancy yang nyaman untuk menghabiskan waktu sembari bekerja atau membaca buku. Pokoknya segala hal yang berhubungan dengan aktivitas produksi dan konsumsi buku, ada di sini.

Jadi atas nama buku dan dengan niatan berburu buku sembari bersantai di tempat yang artsy, saya memutuskan untuk berkunjung ke Heyri Art Valley. Kalau masih sempat dan dekat, boleh juga turun sebentar di Paju Book City.

Tidak ada tur khusus menuju kawasan ini. Namun Heyri dan Paju bisa diakses dengan mudah menggunakan bus umum nomor 2200. Kamu bisa naik Seoul Metro, berhenti di Hapjeong Station, lalu ambil pintu keluar nomor 2. Tidak jauh dari sana ada halte bus yang dilewati bus nomor 2200. Waktu tempuh dari Hapjeong Station menuju Heyri Art Valley kurang lebih 50 menit. Bus akan melewati Paju Book City terlebih dahulu sebelum tiba di Heyri Art Valley. Ternyata jarak keduanya cukup jauh kalau mau ditempuh dengan berjalan kaki.

20101025161729

Sebagian besar penumpang bus 2200 adalah anak muda yang bekerja di Paju Book City. Penumpang bus akan turun satu persatu setibanya di Paju hingga akhirnya bus nyaris kosong ketika melanjutkan perjalanan menuju Heyri. Cukup sulit untuk menemukan lokasi Heyri Art Valley karena tidak terlihat bangunan penanda yang mencolok ataupun papan nama. Jadi harus awas dan jeli dengan jalanan jika bus sudah melewati Paju Book City. Patokan paling mudah adalah Gyeonggi English Village. Nah, Heyri Art Valley persis berada di sebrangnya.

IMG_4360

Setiap sudut Heyri Art Valley ini photogenic dan sepi banget. Jadi bisa puas deh kalau mau foto berkali-kali tanpa harus terganggu wisatawan lain yang lalu lalang. Kalaupun sedang tidak berselera untuk foto-foto, Heyri Art Valley ini juga enak buat dijadikan tempat bengong sembari menikmati semilir angin. Atau sekedar baca buku di bangku taman. Suasananya sangat tenang dan damai. Hingga pengunjung pun dibuat lupa kalau tidak jauh dari sana ada perbatasan Korea Utara dan Korea Selatan yang masih bersitegang hingga kini.

Sebagian besar pengunjung di Heyri Art Valley adalah kaum hipster-nya pemuda pemudi Korea. Atau memang para seniman yang perlu bekerja di atmosfer yang mendukung. Biasanya sih akhir pekan lebih ramai karena banyak museum yang mengadakan workshop.

Ada satu museum yang ingin saya kunjungi di sini, yaitu Kim Eun Ho’s Bookhouse. Tempat ini merupakan perpustakaan dengan 30ribu koleksi judul buku yang dibangun oleh  founder Heyri, Kim Eun Ho. Selain perpustakaan juga ada kafe dan galeri seni.

Heyri Art Valley ini sebetulnya kecil namun cukup padat dengan ruas jalan yang sulit terpetakan. Hampir semua papan petunjuk ditulis dengan huruf Hangeul. Jadi cukup sulit bagi saya untuk menemukan Kim Eun Ho’s Bookhouse. Tempat ini baru saya temukan setelah berputar ke seluruh penjuru Heyri Art Valley selama hampir dua jam hingga khatam. Yang mana, sebenarnya Kim Eun Ho’s Bookhouse persis berada di seberang patung ini. Tidak jauh dari salah satu pintu masuk Heyri Art Village yang saya lalui.

DSC_0091

Si biru Greeting Man

Dan pantas saja setiap saya bertanya, tidak ada yang mengetahui di mana Kim Eun Ho’s Bookhouse berada. Pasalnya tempat tersebut kini berganti nama menjadi Hangil Book Museum. Yha~

Penampilan fisik tempat ini sesuai dengan ekspektasi saya. Satu bangunan besar dengan rak buku yang amat tinggi hingga mentok ke langit-langit ruangan. Ada kedai kopi yang cukup besar karena menjadi satu dengan ruang pameran. Ada toko buku dan cinderamata dengan koleksinya yang menggemaskan. Di sini sederetan rak buku saling sambung tanpa putus akan menemani pengunjung yang ingin menjelajahi tempat ini hingga ke lantai empat. Sekilas tempat ini semacam surga bagi yang senang baca buku. Sepertinya benar jumlah koleksi buku di museum ini mencapai 30ribu secara harfiah karena setiap sudut ruangan tidak luput dari buku. Mungkin juga salah satu judul buku yang saya incar ada di sana. Tapi…

Semua buku di sini bertuliskan huruf Hangeul alias berbahasa Korea. Tidak ada satu pun koleksi buku yang berbahasa Inggris. Niat saya berburu buku kandas sudah karena kendala bahasa. Daripada memble, foto aja deh.

IMG_4447

#edisikecele

 

 

Advertisements

2 thoughts on “Berburu Buku di Seoul Coret

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s