Mancanegara / Perjalanan / Tiongkok

Xi’an, Qin, dan Republik Rakyat Tiongkok

Di hari pertama bulan Oktober 2014 akhirnya saya melancong lagi (YEAH!). Destinasi kali ini adalah negeri tirai bambu alias Republik Rakyat Tiongkok demi menunaikan cita-cita saya untuk bertemu langsung dengan para prajurit terracotta. Para prajurit yang telah membuat saya penasaran selama beberapa tahun terakhir.

Oleh karena misi itulah saya mengambil penerbangan ke kota Xi’an yang terletak di sebelah barat daya Beijing. Setelah menempuh 10 jam perjalanan (karena harus transit dahulu di Kuala Lumpur) saya mendarat di Xi’an Xianyang International Airport sekitar pukul 11 malam waktu setempat.

Xi’an yang kini merupakan ibukota dari provinsi Shaanxi merupakan tempat berlangsungnya masa pemerintahan Dinasti Qin di tahun 221 SM. Walaupun umur Dinasti Qin paling pendek (hanya 15 tahun) jika dibandingkan dengan dinasti lainnya, banyak tonggak sejarah Tiongkok yang dimulai dari Dinasti Qin.

Dinasti Qin yang dipimpin oleh Qin Shi Huang Di sebagai kaisar pertama adalah dinasti yang menyatukan beberapa kerajaan hingga menjadi satu kesatuan Tiongkok. Kaisar Qin inilah yang memberikan perintah untuk memperbaiki dan melanjutkan pembangunan Tembok Besar Tiongkok yang sebelumnya telah dimulai dari Kerajaan Zhou. Pada masa pemerintahannya pula ditetapkan satuan pengukuran panjang, berat, mata uang, kalender, dan penyetaraan aksara.

Bahkan, nama China sekalipun berawal dari Dinasti Qin. Qin dalam bahasa mandarin dibaca “chin”. Sedangkan “na” berasal dari bahasa Persia kuno yang berarti negara. Para pedagang Persia yang menjual berbagai produk dari daerah kekuasaan Dinasti Qin memperkenalkan barang dagangan tersebut sebagai komoditas yang datang dari Negeri Qin alias Chin-Na atau China.

Dan seperti yang telah saya kisahkan di tulisan sebelumnya, para prajurit terracotta pun lahir berkat ide brilian Kaisar Qin. Perlu menempuh satu jam perjalanan dari kota Xi’an untuk melihat langsung tempat persemayaman para prajurit terracotta.

china-chin-large

Hari itu, 1 Oktober, merupakan hari dimana Republik Rakyat Tiongkok dideklarasikan oleh Mao Zedong pada 65 tahun yang lalu menggantikan Republik Tiongkok. Selanjutnya, tanggal 1 Oktober menjadi hari libur nasional yang diikuti dengan libur nasional selama enam hari setelahnya. Golden week atau minggu emas adalah masa liburan bagi penduduk lokal. Sulit membayangkan akan seramai apa penjuru kota dan objek wisata di saat musim liburan pada negeri yang memiliki jumlah penduduk tertinggi sedunia.

Saya selesai melalui pemeriksaan imigrasi sekitar pukul 12 malam waktu setempat. Butuh 40 menit untuk menembus kegelapan dari bandara menuju pusat kota, kawasan Bell Tower. Ruas jalan hanya mendapatkan penerangan dari cahaya merah papan reklame dan nama gedung yang seluruhnya tertulis dalam huruf kanji. Hampir semua bangunan masih mempertahankan aksitektur asli bergaya Cina.

Xi’an malam itu memberi kesan pertama yang cukup menyeramkan bagi saya.

Advertisements

5 thoughts on “Xi’an, Qin, dan Republik Rakyat Tiongkok

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s