India / Mancanegara / Perjalanan

Seberapa Amankah India? (2)

Penipuan

Sering saya bilang bahwa selama di India saya berkali-kali kena tipu sampai sakit di sini.

*megang dada sambil merem*

Orang asing yang secara fisik berbeda dengan penduduk lokal memang akan menjadi pusat perhatian.. Dalam kondisi ini, wisatawan asing sering menjadi sasaran untuk diporoti.

Sebetulnya modus seperti ini akan dijumpai di manapun itu selama negara yang bersangkutan belum makmur sejahtera. Tidak hanya di India. Sama halnya dengan di sini, penduduk lokal senang mematok harga berkali lipat lebih mahal kepada wisatawan asing—karena dianggap banyak duit.

Untuk masalah ini, wisatawan harus tahu mengenai harga normal. Berapa harga normal untuk naik taksi (karena taksi di India jarang yang pakai argo)? Berapa harga seporsi thali? Berapa harga resmi untuk masuk Taj Mahal dan kawasan wisata lainnya? Berapa harga normal sewa taksi untuk keliling Delhi seharian? Jika sudah tahu, maka harus bisa saklek dan kekeuh sumekeuh saat melakukan tawar menawar dengan penyedia jasa.

Orang India pada umumnya sangaaat persuasi. Mereka hampir selalu berhasil meyakinkan lawan bicaranya. Makanya saya sampai berkali-kali kena tipu sama mereka. Berikut adalah model penipuan yang saya alami.

  • Supir auto-rickshaw yang membawa saya dari Stasiun Varanasi menuju penginapan bilang bahwa penginapan di kawasan Lalita Ghat, Varanasi, sudah habis semua karena sedang ada festival. Alhasil saya diantarkan ke penginapan punya kenalan dia yang letaknya di pinggiran dan kamarnya bocor. Untungnya masih menghadap ke Sungai Gangga jadi enggak agak sedikit terhibur. Padahal saya sudah booking pengingapan di kawasan Lalita Ghat sebelumnya dan upacara keagamaan di sepanjang Sungai Gangga selalu ada hampir setiap hari. Maka modus ini cukup sering dilakukan dan berhasil!
  • Penjaga resepsionis di Hotel Hari Piorko, New Delhi, bilang kalau mau keliling Delhi seharian enggak mungkin naik kendaraan umum. Karena Delhi besar sekali, Jadi harus sewa taksinya dia yang harganya bisa ribuan rupee untuk satu hari doang. Untuk yang satu ini saya kekeuh mau naik Delhi Metro aja. Dan ternyata bisa-bisa aja tuh keliling Delhi pakai kendaraan umum. Biasanya setiap ada penawaran jasa sewa taksi seperti itu telah ada persekongkolan sebelumnya antara penjaga resepsionis, supir taksi, dan pedagang kain saree (atau pedagang lainnya). Situasi ini juga saya alami saat di Varanasi.
  • Masih ingat cerita saya saat menggunakan paket tur ke Taj Mahal? Nah, kalau itu saya ditipu habis-habisan. Mulai dari model bus, tiket masuk ke Agra Fort (yang mana saya malah dikasih tiket bekas), hingga ke panduan wisata yang hanya disampaikan dalam bahasa Hindi. Padahal janjinya bakal ada panduan dalam bahasa Inggris.
  • Dan segala rangkaian kisah Couchsurfing dan Pria India itu tentunya banyak menggunakan tipu muslihat dan kerja sama satu sama lain dalam menculik dan menggiring saya ke sana ke mari.

Intinya jangan mudah luluh sama orang India. Jika ingin bertanya, usahakan bertanya dengan kalimat pertanyaan yang jawabannya berupa penjelasan. Bukan pertanyaan yang jawabannya bersifat memastikan seperti iya atau bukan. Karena ketika menghadapi pertanyaan seperti itu, orang India cenderung akan menjawab, “yes, Madame.”

Tidak semuanya saya tuliskan di sini. Penipuan yang saya bagikan di sini semoga bisa jadi bekal pembelajaran sebelum berangkat ke India.

Advertisements

4 thoughts on “Seberapa Amankah India? (2)

  1. wah makasih infonya…saya pernah baca juga kisah beginian di India lupa blognya siapa, intinya mesti hati hati …. mereke di India para scammers nya ini pandai bersilat lidah pernah nonton Amazing Race yang di India pesertanya dikibulin sama sopir taksi… juga… jadi malas deh ke sana…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s