India / Mancanegara / Perjalanan

Pencarian Arti di Hari Saraswati

Sebagai anak SMP yang berusaha gaul, beberapa kali saya coba bermain chatting di mIRC. Dengan polosnya saya memasang nama asli tanpa disamarkan sama sekali: Sarashanti. Setiap berkenalan dengan lawan ngobrol di chatroom seringkali saya dikira orang India. Padahal saya 100% Indonesia. Lebih tepatnya, 100% Jawa. Sama sekali enggak ada sentuhan India.

Ada apa dengan nama saya?

Ketika beranjak dewasa baru saya tahu bahwa ada figur dewi dalam agama Hindu yang namanya mirip dengan nama yang saya sandang: Saraswati. Semenjak itu baru saya sedikit paham kenapa saya dikira orang India karena bernama Saras. Sedikit, karena saya masih belum menemukan arti lengkap dari nama saya. Itu terus menjadi pertanyaan hingga saya berkelana di India.

Saat baru tiba di Kolkata, saya langsung tancap ke penginapan di kawasan Sudder Street dengan menggunakan taksi. Jalanan sempat tersendat di kawasan pasar. Di pinggir-pinggir pasar banyak sekali patung perempuan yang kedua tangannya sedang memegang sitar. Figur tersebut terasa familiar di kepala saya karena nama kami mirip.

Dia adalah Saraswati.

saraswati.jpg_480_480_0_64000_0_1_0

Saraswati

Dalam agama Hindu, Saraswati adalah istri dari dewa Brahma (dewa pencipta) dan salah satu dari tiga dewi utama setelah Laksmi (dewi kemakmuran) dan Durga (dewi kemenangan). Saraswati sendiri adalah dewi  ilmu pengetahuan, musik, dan kesenian. Ia digambarkan dengan figur seorang perempuan cantik berkulit putih dengan angsa dan merak sebagai wahana atau kendaraan suci.

Ia memiliki empat lengan. Dua lengan memegang alat musik sitar. Tangan sebelah kanan memegang tasbih yang melambangkan pengetahuan spiritual. Tangan sebelah kiri memegang lontar sebagai lambang dari pengetahuan universal yang bersifat duniawi. Warna putih yang juga mendominasi warna pakaiannya melambangkan kesucian ilmu pengetahuan.

Tidak saya sangka bahwa kedatangan saya di India bertepatan dengan Hari Saraswati yang diperingati sebagai hari turunnya ilmu pengetahuan. Di India, hari Saraswati jatuh pada awal tahun sekitar bulan Januari hingga Februari. Pada hari ini segala bentuk sumber ilmu seperti buku, kitab, lontar, hingga alat tulis menulis diletakkan di bawah kaki dewi Saraswati untuk diupacarakan kemudian. Ada salah satu mitos yang mengatakan bahwa pada hari ini ada larangan untuk membaca atau belajar. Hmm…

Selama perayaan hari Saraswati, sudut jalan di kota-kota India disulap menjadi altar pemujaan untuk dewi Saraswati. Tempat pemujaan tersebut biasanya ditutupi oleh tenda berwarna menyala. Kalau dilihat sekilas bentuknya mirip dengan tenda yang biasa digunakan untuk hajatan pernikahan di sini. Hanya saja di dalamnya berdiri dewi Saraswati dan orang berbondong-bondong ke sana untuk sembahyang.

saraswati

Parade Saraswati di Varanasi

Saat di Varanasi, saya menyaksikan parade untuk perayaan hari Saraswati. Dalam parade ini patung sang dewi dibawa berkeliling kota dengan iringan musik lokal yang cukup keras. Di belakangnya puluhan pria mengikuti iring-iringan  patung dewi Saraswati sembari berjoget dan ditaburi bubuk tika yang biasanya digunakan saat Holifest. Seru dan meriah banget. Sayangnya tidak ada perempuan yang turut serta dalam rombongan tersebut. Kalau saja ada, sudah pasti saya turut serta di dalamnya.

Orang lokal yang tahu bahwa nama saya Saras pasti langsung sumringah. Terlebih saat itu masih dalam perayaan hari Saraswati. Kemudian mereka pasti akan mengira bahwa nama lengkap saya adalah Saraswati.

“No, my name is Sarashanti” jawab saya menegaskan. Saat itu saya tetap tidak tahu apa arti Shanti. Saya hanya tahu bahwa Shanti adalah nama yang bernafaskan Hindu.

Hingga akhirnya ada orang lokal yang memberikan saya penjelasan singkat, “Shanti means peace”.

Shanti berarti damai. Saras berarti sesuatu yang terus mengalir. Jadi kalau Sarashanti artinya kedamaian yang terus mengalir (tsailah!). Setelah 22 tahun hidup akhirnya saya menemukan arti nama saya setelah terlebih dahulu memijakkan kaki di negeri yang menjadi tempat lahir dari agama tertua di dunia.

Dan saya paham sepenuhnya kenapa dulu saya sering dikira orang India kalau chatting di mIRC.

Advertisements

9 thoughts on “Pencarian Arti di Hari Saraswati

  1. Pingback: Ringkasan Perjalanan Kelulusan di Selatan Asia | Mari Melantjong!

  2. hahaha nice story…:-) terus sudah nanya ortu kenapa dikasih nama itu? apa ibu bapaknya dulu sudah kenal dengan filem India ? karena adik spupuku banyak bernama india karena ibunya kebanyakan pencinta India………

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s