India / Mancanegara / Perjalanan

Taj Mahal Harga Lokal

Melihat Taj Mahal dari atas Agra Fort membuat saya ingin melompat menggunakan jaring-jaring Spiderman agar bisa langsung sampai. Gemes dan ga sabar banget. Sayangnya rombongan tidak langsung bertolak ke Taj Mahal. Tapi…mampir dulu ke toko cinderamata. KHAKH!

Toko cinderamata tersebut menjual hasil kerajinan tangan yang terbuat dari bahan keramik. Produk paling andalan sih miniatur dari Taj Mahal. Sayangnya tidak ada rasa antusias yang terpancar dari rombongan ini. Apalagi kami bertiga.

Sempat terpikir untuk meninggalkan rombongan ini di toko cinderamata, kabur ke Taj Mahal naik rickshaw, lalu pulang bersama rombongan ini lagi dari Taj Mahal. Hmmm sayang kami masih cemen untuk jadi pengambil resiko di Agra.

Saat bus bertolak ke Taj Mahal (akhirnya), salah seorang pemandu wisata menghampiri kami. Biar gampang, sebut saja Ranjit—walau saya tidak tahu juga siapa nama aslinya.  Ranjit menjelaskan bahwa perbedaan tiket masuk Taj Mahal untuk orang lokal dan orang asing sangat jauh. 5ribu rupiah saja untuk orang lokal dan 150ribu untuk orang asing.

Sebelumnya saya sudah tahu mengenai hal ini. Beberapa objek wisata yang telah terdaftar dalam World Heritage Sites memang memasang harga tiket dengan perbedaan yang jauh untuk turis lokal dan asing. Seperti di Angkor Watt, Kamboja, harga tiket masuk untuk turis asing adalah 25 USD. Sedangkan untuk orang lokal tidak dipungut biaya.

Sebetulnya dengan 150ribu rupiah saya bisa mendapatkan sepatu teplek. Tapi demi masuk ke dalam Taj Mahal…saya rela!

DSC_4537

Nah…Ranjit bilang bahwa kami bertiga bisa masuk Taj Mahal dengan harga orang lokal. Caranya? Dengan berpura-pura bahwa kami bertiga berasal dari suatu kota di India—yang saya lupa namanya.

Jadi jika nanti petugas menanyakan kami dari mana, tinggal sebut saja kota itu. Titik. Lalu Ranjit meyakinkan bahwa kami bertiga punya tampang India. Jadi tidak perlu khawatir kalau ketahuan bahwa kami ini bukan orang India.

Untuk tiketnya? Sudah disediakan oleh Ranjit.

Saya yakin betul tidak ada sentuhan paras India di wajah saya.  Mana bisa petugasnya percaya. Apalagi saya tidak bisa berbahasa Hindi sedikitpun. Nanti mau jawab apa kalau diajak ngomong dengan bahasa Hindi? Terlebih sebelumnya Ranjit memberi kami tiket bekas saat di Agra Fort. Bisa saja terjadi hal yang sama untuk kedua kalinya saat di Taj Mahal. Hhhmm.

Bersambung…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s