India / Mancanegara / Perjalanan

Icip-Icip Penerbangan Domestik ala Bollywood

Oke setelah mampir sebentar ke persimpangan Shibuya, mari kita terbang lagi ke provinsi Uttar Pradesh, India.

Sebagai negara terbesar ketujuh di dunia, tidaklah mungkin bisa ‘khatam’ menjelajah ke seluruh penjuru India hanya dalam waktu sembilan hari. Terlebih saya gagal memesan tiket kereta dari tanah air. Alhasil perjalanan saya selama di India serba ‘gimana nanti’.

Destinasi berikutnya setelah Varanasi adalah New Delhi. Butuh ≥14 jam perjalanan menggunakan kereta untuk mencapai New Delhi dari Varanasi. Sayangnya saat itu tidak ada lagi kursi kereta yang tersedia. Mau naik bus tidak tahu harus dari mana. Lagipula agak ngeri juga mengingat jarak antara Varanasi dan New Delhi sangat jauh.

Akhirnya kami memutuskan untuk mencoba penerbangan domestik. Ada banyak sekali budget airlines yang beroperasi antar kota di India dan juga ke beberapa negara tetangga India seperti Bangladesh, Sri Lanka, Nepal, Oman, Afghanistan,Maladewa, dan masih banyak lagi. Pokoknya rute penerbangan internasional dari maskapai India menggoda banget lah. Nyamm…nyammm…

Berikut daftar maskapai India yang bisa membawa kamu keliling India dan juga ke negara-negara tetangga di sekitar Asia Tengah:

  • Indigo Airlines
  • Spice Jet
  • Kingfisher
  • Go Air
  • Jet Airways
  • Jet Konnect

Saya membeli tiket pesawat Spice Jet dari Varanasi menuju New Delhi seharga satu juta rupiah dengan waktu tempuh perjalanan sekitar 1.5 jam. Sangat efisien mengingat saya menghabiskan tiga hari di Varanasi (padahal rencana awal hanya dua hari).

Pagi-pagi buta kami bertiga berangkat dari Varanasi menuju Lal Bahadur Shashtri International Airport (VNS). Auto-rickshaw pagi itu membawa saya keluar dari kota tua Varanasi, Varanasi City–bagian dari kota jaman nabi yang berusaha tampil modern, menuju areal persawahan yang tak berpenghuni dan tak berujung. VNS berada di antara areal persawahan tersebut.

Lal Bahadur Shashtri International Airport, Varanasi

Lal Bahadur Shashtri International Airport, Varanasi

Walaupun sangat jauh dan berada di negeri antah berantah, penampilan VNS ternyata jauh lebih bagus daripada Netaji Subhash Chandra Bose International Airport, Kolkata (CCU) . Belakangan saya tahu bahwa baru-baru ini sejumlah bandara di beberapa kota besar di India tengah dipugar habis-habisan. Bahkan ada juga yang dibangun dari awal seperti VNS.

Bandara tenpat saya mendarat saat di Kolkata dengan nyamuk-nyamuknya yang sebesar laron adalah bandara lama. Sedangkan wajah baru CCU baru bisa dinikmati sekitar bulan Maret 2013. Selang beberapa hari saja setelah saya pulang ke Jakarta.

Sebagian besar penumpang yang saya temui di VNS adalah turis. Penduduk lokalnya malah sedikit banget.

Saat itu jadwal penerbangan saya menuju New Delhi mengalami keterlambatan selama 1.5 jam (hah!). Sebagai kompensasinya, maskapai Spice Jet memberikan makanan cemilan dalam kotak kecil beserta chai (teh susu khas India yang dicampur rempah). Dalam kotak tersebut ada sandwich dan juga samosa. India hae banget lah pokoknya. *kemudian ngeces*

Pesawat yang digunakan dalam penerbangan saya menuju New Delhi adalah jenis pesawat Bombardier Q400. Tipe pesawat yang belum pernah saya naiki sebelumnya. Ukurannya lebih kecil dengan dua baling-baling di kedua sisi sayap. Di dalamnya terdapat dua kursi saja di sisi kanan dan kiri.

SpiceJet-Q400-HR

Ternyata penerbangan 1.5 jam dengan pesawat tipe Bombardier cukup membuat saya mual hingga pesawat mendarat di Indira Gandhi International Airport, New Delhi. Mungkin karena pesawatnya sangat kecil. Satu hal yang mengobati rasa mual saya saat mendarat adalah pilot dari Spice Jet yang baru saja turun dari ruang kemudi. Ganteng bangat omagaaahhh!! Kalaupun disuruh main film Bollywood juga cocok.

Berhubung dalam penerbangan tersebut tidak ada pramugara, jadi saya cuma bisa cuci mata sama pilotnya aja. Itu juga saat sudah keluar dari pesawat. Tapi pramugari Spice Jet juga cantik-cantik banget loh. Yah tipe-tipe Sarah Azhari gitu lah mukanya.

Selama di India saya dua kali menggunakan penerbangan domestik. Varanasi – New Delhi dan Jaipur – Kolkata. Saat kembali ke Kolkata saya menggunakan IndiGo Airlines dengan harga tiket sekitar 700ribu rupiah. Setelah terbang selama dua jam dari Jaipur, pesawat hanya singgah di Kolkata  karena ia akan lanjut terbang menuju kota Guwahati. Sebuah kota yang berada di wilayah Assam, sebelah utara India.

Saya pribadi  lebih suka naik IndiGo Airlines karena tepat waktu dan pesawatnya besar sehingga saya tidak mual.  Selain itu seragam pramugarinya unyu banget. Semacam seragam pramugari di film Catch Me If You Can gitu deh. *penting loh* :p

Image

Saya rasa mereka semua memakai rambut palsu

Banyaknya maskapai lokal India sangat membantu para pelancong selama di sana. Satu maskapai memiliki rute penerbangan domestik cukup banyak. Termasuk ke kota-kota di kawasan perbatasan antara India dan Pakistan seperti Jammu, Srinagar, Dharmasala.

Jika disuruh memilih, saya lebih suka naik kereta. Selain harganya bisa sepersepuluh dari harga tiket pesawat, selama perjalanan saya bisa merasakan India lebih dekat. Yaah walaupun kecepatan kereta di India sangat lambat. 🙂

Advertisements

9 thoughts on “Icip-Icip Penerbangan Domestik ala Bollywood

  1. mbak.. interested bgtz bca ini..
    boleh dong bagi rute yg pas buat libiran di india.. n yg murah tu dr indo ke delhi ato kolkata ya mbak???

    oh iya ini bbm aq.. 75A309BF
    klo blh bagi pengalaman ke india.. invite aq ya mbak..

    nama q nicha di semarang.
    tengkyuuuu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s