Japan / Mancanegara / Perjalanan

Berlabil Ria di Purikura

Lo belum ke India kalau belum kena diare. Lo belom ke Jogja kalau belum foto di depan Tugu Pahlawan. Lo belum ke Jakarta kalau belum kena macet.

Setiap tempat pasti punya persyaratan seperti di atas agar setiap pendatangnya dianggap ‘sah’ telah berkunjung ke sana.  Begitu pun dengan Jepang. Ada sederetan hal yang harus dilakukan agar saya ‘sah’ sudah pernah ke Jepang. Salah satunya adalah purikura.

Purikura merupakan pojokan khusus bagi para ABG labil Jepang untuk bernarsis ria di dalam photobox. Nama purikura merupakan singkatan dari purinto kurabu alias Print Club. Sebetulnya Print Club adalah nama merek dari photobox itu sendiri yang kemudian mengalami perluasan makna.

Di sinilah para ABG labil Jepang bernarsis ria dalam berbagai pose kawaii alias unyu. Sebagian besar penggunanya yaa enggak jauh-jauh dari anak sekolah, ciwi-ciwi oenjoeh, atau orang pacaran. Lalu apa yang bikin purikura menarik dan wajib untuk dicoba?

Kotak purikura ini bisa dimasuki empat sampai enam orang dewasa tanpa harus pepet-pepetan berebut tempat duduk seperti photobox di sini. Ibarat studio mini, purikura ini memungkinkan penggunanya foto dari atas sampai bawah. Bukan cuma muka yang desek-desekan masuk ke kamera. Pokoknya bisa beraksi depan kamera seenak jidat deh.

Image

Studio mini purikura punya

Pengambilan gambar biasanya dilakukan enam kali. Bisa dipilih mau pakai latar yang kayak apa. Kalau udah selesai jeprat-jepret depan kamera, jangan lupa masuk ke booth selanjutnya buat menghias si foto. Bisa dikasih pigura, stiker, atau tulis-tulis apapun yang unyu. Sebetulnya foto-foto yang sudah dihias tersebut bisa dikirim via email kalian. Asalkaaan…punya akun email dari provider seluler Jepang. Hehehe

Sedihnya, hampir seluruh petunjuk dalam bahasa Jepang. Jadi yaa tebak-tebak manggis aja kalau lagi mencet-mencet tombol di purikura. Biasanya ada dua hasil print-out foto yang akan tercetak. Untuk berlabil ria di purikura, sediakan empat koin 100 yen untuk satu kali sesi pemotretan. Semua pemotretan ini dilakukan secara otomatis dengan mesin tanpa bantuan mbak-mbak petugas.

DSC_1359

Sher Ying yang asik hias-hias foto

Bukan cuma mesinnya yang jauh lebih canggih daripada photobox di sini. Purikura ini punya efek unik yang enggak bisa diutak-atik lagi. Siapapun yang foto di sini, pasti bola matanya akan membesar secara ekstrem di hasil akhir.

Mungkin bukan masalah bagi orang-orang Jepang. Masalahnya, saya yang berbola mata besar merasa ngeri melihat mata saya yang bertambah besar. Beda tipis lah jadinya sama alien. Jadi bagi kamu yang bermata belo kurang disarankan untuk foto di purikura karena nantinya akan terlihat mengerikan.

Selain karena efek spesial yang bikin muka kita mirip tokoh kartun Sailor Moon, purikura ini seru banget karena kita berpacu dengan waktu. Baik saat pemotretan atau saat editing foto. Kalau di Tokyo, pojokan purikura ini banyak dijumpai di Takeshita Street Harajuku. Tapi ada juga ditempat-tempat main ding-dong gitu. Pokoknya dimana tempat kongkow ABG Jepang berada, di sana biasanya ada purikura.

Hasil akhir purikura yang ABG Jepang banget

Hasil akhir purikura yang ABG Jepang banget

 

Pokoknya, pose ala ABG labil dulu di purikura maka baru kamu melewati salah satu syarat sah ‘pernah pergi ke Jepang’.

Advertisements

2 thoughts on “Berlabil Ria di Purikura

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s