Baluran / Domestik / Perjalanan

Nasib si Potret Baluran

Dulu waktu tahun 2010, saya bersama ketujuh sohib ikrib saya melanglang buana ke Jawa Timur dan Bali. Destinasi utamanya sih Bromo, Baluran, dan Bali (BBB). Bisa dibilang sejauh ini perjalanan BBB paling seru dibandingkan yang lain. Dalam perjalanan BBB kami betul-betul ngerasain ‘ngegembel’ dalam artian sesungguhnya.

Memang kisah perjalanan tersebut belum sempat saya tulis lengkap hingga saat ini. Tapi semua foto sudah terunggah di Facebook.

Di tahun 2010 bertamasya ke Baluran tidak nge-hits kayak sekarang. Hanya sedikit orang yang tahu dan yang pernah ke sana. Dulu sebagian besar pengunjung Taman Nasional Baluran adalah peneliti. Maklum, Taman Nasional Baluran memang terkenal untuk konservasi berbagai jenis burung. Saya sendiri tahu tempat ini karena sebuah iklan produk kecantikan yang diiklani Titi Sjuman.

Seiring berkembangnya tren backpacking hingga saat ini, Baluran turut tenar sebagai destinasi liburan dalam negeri. Orang pun berlomba-lomba mencari segala informasi lewat dunia maya.

Mungkin karena alasan itu pula saya mendapati foto-foto Baluran yang diunggah oleh Febry jadi muncul di mana-mana. Pertama kali, saya tahu bahwa foto Baluran kami di akun Travelpod milik Febry memiliki pageview yang cukup tinggi.

Kemudian saya semakin bergidik saat tahu bahwa foto yang saya pajang di halaman prolog blog ini muncul ketika kata kunci ‘baluran’ dimasukkan ke dalam Google Search. Terakhir saat saya menuliskan halaman prolog blog ini, saya mendapati foto tersebut muncul di Kaskus.

Beberapa hari yang lalu teman saya, Yuni, memberitahukan hal serupa. Namun kali ini cukup mengagetkan karena foto tersebut bahkan muncul di halaman resmi portal wisata Jatim >> http://wisata-jatim.com/album-29-wisata-jatim.html

jatim

Entah siapa yang asik main unduh-unggah dari akunnya Febry, saya sudah pasrah. Pasrah pasang muka tembok sih maksudnya. Hanya saja saya agak kecewa karena foto tersebut bahkan digunakan untuk kepentingan komersil di website resmi pariwisata Jawa Timur. Ya, setidaknya bermodal dikit lah bayar orang untuk kontributor foto. Atau kalau memang mau menggunakan foto-foto yang sudah tersebar di dunia maya, cari tahu dan minta izin dulu deh sama empunya foto tersebut.

Sekarang saya baru paham bahayanya mengunggah foto di internet sembarangan. Ya, beginilah salah satu contohnya. Bisa dipakai seenak jidat. Bahkan untuk kepentingan komersil sekalipun. Bukan masalah rugi secara materi saja, tapi juga nyesek plus tengsin. Apalagi buat orang yang mukanya ada di dalam foto tersebut. Nyesek karena enggak bisa ikutan Asia’s Next Top Model, tapi malah jadi model buat iklan foto taman nasional. Muehehehe

Sedikit saran aja. Unggahlah foto sepribadi mungkin kalau hasil jepretan ciamik kalian enggak mau bernasib seperti ini. Entah pasang gembok di album Facebook, membatasi foto yang diunggah, atau bikin watermark yang mustahil hilang di setiap foto yang diunggah.

Begitupun untuk yang hobi unduh-unggah foto. Jangan lupa ya cantumkan link asal foto bersangkutan biar sang empunya enggak marah.

Advertisements

3 thoughts on “Nasib si Potret Baluran

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s