Japan / Mancanegara / Perjalanan

Tokyo Skytree yang Tokyo Banget

“Look! That is Tokyo Skytree!” kata seorang bapak tua yang duduk di samping saya ketika pesawat mau mendarat di Haneda International Airport.

Lewat jendela pesawat yang mungil saya melihat menara berwarna biru yang berdiri menjulang di antara bangunan lain. Pengetahuan saya tentang Jepang nol besar saat berangkat. Ketika bapak tua yang berprofesi sebagai pendeta itu menunjukkan Tokyo Skytree dengan semangat, saya cuma bisa bertanya-tanya dalam hati. Emang apa sih Skytree itu?

Melihat bangunan menara yang megah dengan tata lampu sorot yang spesial, saya hanya menebak-nebak. Apa ini ikon baru kota Tokyo? Hmmm.

Satu minggu pertama di Tokyo saya lewati dengan serba ketidak-tahuan. Tidak tahu tempat mana saja yang harus dikunjungi, tidak tahu must things to do di Tokyo, dsb. Termasuk tidak tahu menahu soal Tokyo Skytree dan bangunan lain yang jadi ikon kota Tokyo.

Hingga satu malam saya mendapatkan tugas untuk meliput acara Tokyo Hotaru Festival dari manager saya. Acara tersebut berlokasi di Sungai Sumida yang berdekatan dengan Tokyo Skytree dan Gedung Asahi Brewer. Dua bangunan yang sebelumnya baru saya lihat dari atas pesawat.

Sempat degdegserr gimana caranya masuk ke akses press. Maksudnya, bingung gimana cara ngomong ke panitianya karena saya tidak bisa berbahasa Jepang :p Untunglah saya tidak datang seorang diri. Melainkan bersama seorang teman sesama intern yang jago bahasa Jepang, Sher Ying Wee.

Silakan klik tautan ini untuk informasi lebih jelas mengenai Tokyo Hotaru Festival -> http://goo.gl/DyDtDc . Mehehe

Kami berdua diberikan rompi dan stiker khusus untuk akses pers. Waw, sempat sedikit minder dan aneh rasanya pakai atribut seperti itu. Pasalnya saya hanyalah seorang intern travel writer yang hendak mengambil gambar dengan kamera seadanya dan kemampuan seadanya. Berkat akses tersebut saya hanya bisa mantengin acara berlangsung dari satu titik saja.

Namun dari sana lah saya jatuh cinta sama adik dari Tokyo Tower ini.

Entah karena Tokyo Skytree yang terlihat megah dan cantik dari dekat atau karena suasana perhelatan Tokyo Hotaru Festival. Tokyo Skytree dengan lampu sorot berwarna biru menjadi latar Sungai Sumida yang menyala dalam biru karena kehadiran ‘kunang-kunang’. Ditambah iringan lagu dengan irama mengharu biru dari Mochida Kaori yang diputar berulang-ulang selama acara berlangsung. Pokoknya malam itu serba biru dan agak mengharukan sebetulnya.

Mungkin Tokyo Skytree adalah titik pertama di Tokyo yang membuat saya ‘berasa’ lagi di Jepang. Bukan Shibuya Crossing lho ya. Karena seperti yang saya jelaskan sebelumnya, tarikan magis Shibuya baru terasa saat saya sudah di Iwate. Selama Tokyo Hotaru Festival berlangsung, berkali-kali saya bergumam dalam hati, oh my God! Gue di Jepang! Kyaaa!

wp

Tokyo Skytree dan Asahi Building dilihat dari lantai 8 Asakusa Tourist Information Center

Saya merasa komposisi letak Tokyo Skytree ini juga sempurna di samping bangunannya yang megah. Tokyo Skytree  berada satu baris dengan Gedung Asahi Brewer. Keduanya memiliki bentuk yang unik dan iconic. Mau dilihat dari Sungai Sumida, Asakusa Tourist Information Center, atau dari atas pesawat, keduanya terlihat sangat cantik. Tidak peduli saat langit masih terang atau sudah gelap.

Tiga dari lima hari yang tersisa di Tokyo saya gunakan untuk ke Tokyo Skytree. Mulai dengan menggunakan Tokyo Subway hingga goes sepeda sendiri dari Minamisenju 😀 Bagi saya, Tokyo Skytree adalah tempat kedua yang ‘Tokyo banget’ setelah Shibuya Crossing.

Tokyo Skytree trivia:

Pada dasarnya Tokyo Skytree memiliki fungsi yang sama dengan pendahulunya, Tokyo Tower. Hanya saja ia memiliki desain yang jauh lebih modern dan jauuh lebih tinggi. Tokyo Tower sebagai broadcast tower pertama di Tokyo memiliki ketinggian 333 meter. Sedangkan Tokyo Skytree berdiri dengan ketinggian hampir dua kali lipat Tokyo Tower: 634 meter.

Sama dengan Tokyo Tower, bagian bawah Tokyo Skytree juga dijadikan tempat berbelanja. Hanya saja jauh lebih besar dan variatif ketimbang Tokyo Tower. Dari sini pula pengunjung bisa naik ke atas menara. Jangan lupa tukarkan tiket masuk dengan uang sebesar 2000 JPY.

Advertisements

2 thoughts on “Tokyo Skytree yang Tokyo Banget

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s