Japan / Mancanegara / Perjalanan

Jalan Panjang Menuju Chiba

Wuaaah! Tak terasa 48 hari berlalu dengan sangat cepat selama di Jepang. Capek, seneng, stress, semua saya jalani seorang diri di negara yang bahasanya tidak saya mengerti sama sekali. Sempat saya terputus komunikasi secara total selama 20 hari karena koneksi wifi tidak bisa hadir dalam ponsel dan laptop. Maklum, hampir semua orang Jepang sudah terhubung dengan koneksi internet di ponselnya masing-masing. Jadi, apa itu wifi? 

48 hari seorang diri, tentu ada banyak hal saya lalui di samping tempat-tempat yang saya singgahi dan #terpampang_nyata di portal JapanTourist.jp. Sebagai Homo turisticus saya percaya bahwa kesenangan ada dalam perjalanan, bukan tujuan. Happiness is the journey, not the destination.

Jadi izinkan saya bercerita mengenai kisah di balik layar dari artikel-artikel yang saya muat di JapanTourist.jp 🙂 Pertama dan masih hangat dari panggangan (fresh from the oven) adalah artikel mengenai rumah tua dari keluarga petani yang makmur pada kala itu, Chiba. Bukan, bukan Tokyo Chiba tempatnya Disneyland.

Artikel ini saya buat saat  saya menjalani hari-hari terakhir di Prefektur Iwate, utara Pulau Honshu.

Jon, regional partner saya yang berasal dari Inggris sudah lama mengajak saya untuk berkunjung ke suatu kota kecil bernama Tono. Ibu homestay saya sendiri bilang bahwa Tono terkenal dengan dongeng-dongeng lokal atau dalam bahasa ‘enggresh’ disebut dengan folklore. Maka tidak heran jika kalian menjumpai tulisan Folkloro Tono di sekitar kota ini. Itulah julukan mereka.

Saya berangkat dari Morioka, ibukota Prefektur Iwate, pagi-pagi sekali demi mengejar kereta ke kota Tono. Saat membeli tiket saya sempat kaget dengan harga tiket yang cukup fantastis: 1450 JPY atau setara dengan 145ribu IDR saja untuk sekali jalan. Fantastis karena isi ulang tiket kereta seharga 1000 JPY bisa bertahan untuk satu hari naik kereta di dalam kota Tokyo. Model kereta yang beroperasi antara Morioka dan Tono pun terbilang unik, karena hanya ada satu gerbong dalam satu rangkaian. Dan, jangan samakan pula jeda antar kereta di Iwate dengan Tokyo Subway yang hanya berjeda 4 menit. Di sini jeda antar kereta dalam kota bisa sampai 30 menit saja.

Karena Prefektur Iwate dikelilingi gunung dan bukit, jadi mereka pulalah yang hadir di sepanjang perjalanan dari Morioka menuju Tono.  Adem dan teduh kayak lagu-lagunya Payung Teduh. Sebetulnya jalan-jalan dalam kota Tono saja cukup menarik. Banyak sekali kuil Shinto dan kuil Budha yang dilestarikan. Selalu ada kisah berbeda dengan bumbu kepercayaan lokal dibalik arsitektur kuil Shinto yang terihat seragam. Museum yang bercerita tentang kota Tono juga banyak.  Namun Jon telah menyewakan satu sepeda untuk kami kayuh bersama-sama menuju rumah tua yang ternyata berjarak 11 km saja dari Stasiun Tono.

11 km kami tempuh selama kurang lebih satu jam dengan jalan yang berbukit.  Rasanya? Hmmm yang jelas bersepeda keliling kampus perjuangan masih nggak ada apa-apanya di banding yang satu ini. Untungnya kanan-kiri saya adalah pemandangan khas daerah pedesaan (countryside) yang sebelumnya hanya bisa saya lihat dalam film-film. Hehehe

DSC_0050

Berangkat naik sepeda, ga mungkin dong pulangnya naik taksi. Sepedanya mau dikemanain kalo gitu? Lagipula kendaraan yang berlalu-lalang sepanjang highway route antara Tono dan Hanamaki hanyalah kendaraan pribadi. Bus umum? Hmm selamat berharap aja sih.

Walaupun capek banget, saya sangat menikmati pemandangan daerah pedesaan Jepang yang juga diramaikan oleh sawah dan ditumbuhi hutan pinus di perbukitannya. Total, saya dan Jon bersepeda sejauh 22 km saja demi artikel yang satu ini -> http://en.japantourist.jp/view/chiba-family-magariya

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s