India / Mancanegara / Perjalanan

Bobok-Bobok Cantik di India

Tulisan Couchsurfing dan Pria India tentu tidak akan bisa ditulis hingga empat bagian jika saja saya tidak berusaha mendapatkan tebengan lewat Couchsurfing saat di India. Sejatinya Couchsurfing cukup memberikan tempat tidur gratis saja. Titik. Sang tuan rumah tidak wajib mengajak sang surfer jalan-jalan. Namun kalaupun bisa, itu bagus. Keamanan untuk si tamu tentunya juga tidak boleh dilupakan.

Selama tinggal di rumah Ishaan memang saya mendapatkan tumpangan gratis untuk tidur. Perempuan-perempuan yang tinggal di rumah tersebut juga baik. Sayangnya kehidupan di India yang keras dengan laki-lakinya yang bringas malah mencam keamanan saya selama berada di Jaipur.

cs

Saya tidak menyarankan Anda (khususnya perempuan) menggunakan jasa Couchsurfing saat berada di India. Kalaupun harus atau mau banget pakai jasa Couchsurfing, lebih baik cari host yang ekspatriat. Selain untuk alasan keamanan, memang sulit sekali menemukan host orang lokal yang sama-sama perempuan. Saya sendiri yang sudah janjian dengan host perempuan, ujung-ujungnya dikasih ke host laki-laki, dan keamanan saya selama di Jaipur malah terancam  -.-

Jangan pernah menyepelekan masalah menginap di tempat laki-laki atau perempuan selama di India. Ingat! India adalah negara yang sangat rawan dengan kasus pemerkosaan. Ancaman pemerkosaan yang mengintai bukan hanya sekedar bualan dalam bentuk warta.

#bukan_fatamorgana_shayy

Salam kecup basah untuk para host yang memberikan saya rasa aman selama di Vietnam dan Malaysia; Vinh Nguyen, Hannah Nguyen, dan Uncle Alfred.

Selama di India saya juga tinggal di beberapa penginapan, baik hostel ataupun hotel. Harga rata-rata penginapan di India termasuk murah yaitu berkisar antara 500-2000 Rupee per malam. Biasanya fasilitas yang dijual sebagian penginapan di India adalah akses ke keramaian dan juga pemandangan dari kamar. Wifi atau air panas, hmmm…daripada makan ati, sebaiknya jangan dimasukkan ke dalam hitungan.

Memang sebagian besar resepsionis penginapan di India akan meyakinkan calon tamunya bahwa jumah uang yang dibayar sudah mencakup semua. All include, Madame! kalau kata mereka.  Wifi, air panas, sudah termasuk. Tapi nyatanya….saya lebih sering mendapati air panas tidak berfungsi dengan baik dan wifi tidak sampai ke dalam kamar. Hufffttt.

Berikut penginapan-penginapan yang pernah saya tiduri selama di India.

Image

Inilah pemandangan dari jendela kamar saya di Kolkata. Saya hanya mengeluarkan 800 Rupee saja untuk satu kamar di Centerpoint Guest House yang terletak di salah satu kawasan backpacker Kolkata, Sudder Street. Tidak terlalu bersih, namun koneksi wifi cukup kencang dan airnya segar.  Gampang buat cari makanan dan dekat dengan salah satu stasiun kereta terbesar di India, Howrah Railway Station.

Sekarang mari bertolak ke tepi Sungai Gangga, Varanasi.

Di Varanasi banyak sekali penginapan yang menjual pemandangan Sungai Gangga dari dalam kamar. Harganya pun cukup mahal dibandingkan penginapan lain di kota India. Rata-rata berkisar antara 1200-2000 Rupee seperti penginapan yang saya tempati ini.

Image

P.G. on Ganges Hotel. Kamar boleh jadi bagus, pemandangan Sungai Gangga juga terlihat jelas. Sayang bocor dimana-mana dan koneksi wifi juga tidak sampai hingga ke lantai atas.

Image

Karena terlalu mahal dan lelah harus mengepel sana-sini, saya pindah ke penginapan yang tidak menghadap ke Sungai Gangga. Ah ya, saya harus membayar 2000 Rupee untuk bermalam dengan kebocoran air sana sini di penginapan yang satu ini.

Romeo Guest House. Bisa dibilang ini adalah penginapan saya yang paling beres selama di India. Maklum, dikelola langsung sama pemiliknya yang berasal dari Jerman. Bersih banget dan aroma detol tercium jelas di seluruh penjuru ruangan. Air panas berfungsi dengan baik. Koneksi wifi juga sampai ke kamar dengan lancar djaja. Rooftop restaurant-nya pun menyajikan menu beragam dengan rasa yang enak. Harganya untuk satu malam? 500 Rupee saja kok.

Image

Puas bobok-bobok cantik di kota tersuci di India, sekarang mari bertolak ke ibukota: New Delhi.

Daerah Pahar Ganj menjadi kawasan backpacker di ibukota yang sangat besar. Rentetan penginapan dengan berbagai jenis harga dan toko souvenir berjajar sepanjang jalan kawasan ini. Dari sekian banyak penginapan, saya memilih untuk bermalam di Hari Piorko. Nah loh…punya orang India apa orang Jawa tuh? :p

Bisa dibilang tampilan penginapan ini seperti hotel berbintang. Rooftop restaurant nya pun oke banget buat ngeceng. Untuk menginap di sini saya harus merogoh kocek sebesar 1500 Rupee per malam. Sayangnya, interior hotel yang sangat nyaman tidak diimbangi dengan koneksi wifi yang kencang dan pemanas air yang tidak berfungsi.

Mungkin bukan persoalan besar jika tidak ada air panas di penginapan-penginapan Kolkata. Tapi jika di New Delhi yang suhu rata-rata awal tahun berkisar 10 derajat? Hmmm siap-siap beku dalem kamar mandi aja sih.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s