Bandung / Bla Bla Bla / Domestik / Kepulauan Seribu / Perjalanan

Ketinggalan!

Ehm sebelumnya anggap aja ini iklan untuk kisah Couchsurfing dan Pria India. Biar makin penasaran juga apa yang terjadi setelah saya sampai di rumah Rajiv. Hehee

Sengaja nih pengen memotong sebentar kisah Couchsurfing dan Pria India karena saya baru saja menjalani masa orientasi lain di dunia jalan-jalan.

Tidak ada orang yang mau ketinggalan kereta, kapal, atau pesawat saat akan bepergian. Namun konon katanya seorang traveler sejati harus mengalami momen ketinggalan seperti ini. Jika sudah, barulah orang tersebut sah dan afdol menyandang status traveler, backpacker, atau yaaa pokoknya sejenis Homo turisticus kalau kata Agustinus Wibowo.

Belakangan ini dalam selang waktu 2 minggu, berturut-turut saya ketinggalan kapal dan kereta. Hmmm jangan sampai ketinggalan pesawat deh…mahal yee.

Dua minggu lalu saya ketinggalan kapal feri yang membawa muatannya ke Pulau Harapan di Kepulauan Seribu. Kata teman saya, kapal Dolphin ini biasa berangkat sekitar jam 7 pagi. Namun untuk kali ini ada kemungkinan kapal Dolphin berangkat lebih awal karena kuota sudah terpenuhi. Sebelumnya peserta tur ke Pulau Harapan sudah berkali-kali diingatkan agar tiba di Muara Angke sebelum jam 6 pagi.

Dari perhitungan kasar saya, Muara Angke bisa dicapai dari Depok jika menggunakan kereta paling pagi, yaitu jam setengah 5. Nah saat itu saya memang ketinggalan kereta yang jam pertama. Hehe
Tapi itu pun sebetulnya masih keburu mengingat saya sampai di Stasiun Kota sekitar jam 6.

Mau naik bajaj atau pun taksi seharusnya bisa. Sayang supir taksi yang saya tumpangi ini tidak tahu dimana Muara Angke, tapi sok tahu. Ppffttt.

Berdasarkan instruksi yang saya dapatkan dari Abie, Muara Angke cuma satu dan pom bensin yang dijadikan tempat meeting point pun cuma satu. Tidak ada yang lain.

Maka dengan pede saya bilang ke pak supir taksi, “Muara Angke ya Pak!”.
Terus si pak supir malah nanya, “Muara Angke yang di Pluit, atau…”
“Yaaa pokoknya Muara Angke pelabuhan.”

Singkat cerita, saya dibawa pak supir muter-muter Muara Angke – Pasar Ikan – Muara Angke hingga berujung di pom bensin Pluit. Saya nyerah menghadapi pak supir dan lelah dihantui bayangan akan ditinggal rombongan.  Di samping faktor ketidaktahuan pak supir, ternyata ada kesalahpahaman persepsi antara pelelangan ikan di Muara Angke dan pasar ikan di Penjaringan.

Dari pom bensin Pluit saya menyambung angkot U-10. Tanpa ba-bi-bu, dengan lancar jaya saya akhirnya sampai di Pelabuhan Muara Angke. Tapi sayangnya saya sudah ditinggal rombongan dari 15 menit yang lalu.

The show must go on! Jangan sampai Pulau Harapan hanyalah secerca harapan berlibur di pulau yang akan sirna jika saya tidak menyusul.

Berkat menumpangi KA Cinta Alam ke Pulau Pramuka dan menyambung kapal barang milik warga saya sampai juga di Pulau Harapan.

Image

Tetep narsis walau ketinggalan kapal

Seandainya saja pak supir tahu jalan, pasti saya bisa sampai di Muara Angke tanpa harus ditinggal rombongan. Eh tapi kalaupun nggak jadi ditinggal pasti bakal malu banget sih karena ketauan mana sang tersangka keterlambatan itu oleh seisi kapal. :p

Tips dari saya kalau mau ke Kepulauan Seribu dari Pelabuhan Muara Angke pagi-pagi buta:

  1. Menginap di rumah teman yang daerahnya dekat dengan Muara Angke seperti Grogol, Sllipi, atau Pluit.
  2. Jika rumah jauh, tidak menginap di kawasan yang saya sebutkan sebelumnya, sudah kepepet dan harus naik taksi, tegaskan lagi ke pak supir  bahwa ia tahu atau tidak dimana Muara Angke berada
  3. Gunakan bajaj dari Stasiun Kota. Pastikan juga pak supir bajaj tahu lokasi dan ongkos tidak lebih dari 25ribu.

Tepat dua minggu setelah kejadian ini saya ketinggalan kereta menuju Bandung. Maksud naik kereta karena pingin ngirit. Ujung-ujungnya harus beli tiket kereta eksekutif seharga travel. Ironisnya, kereta bisnis tujuan Bandung melintas di hadapan saya saat baru sampai di Stasiun Gambir. Jess jess…jess jess…

Kali ini saya telat gara-gara apa cobaaaa??

M-A-C-E-T.

Dulu kalau mau pergi ke tengah kota cukup estimasikan 2 jam untuk waktu tempuh perjalanan. Sekarang harus estimasikan waktu tempuh perjalanan selama TIGA JAM jika ingin pergi ke pusat Jakarta di hari kerja. Macetnya Jakarta tidak bisa diprediksi dan semakin menggila.

Kereta bisnis yang seharusnya membawa saya ke Bandung sudah berangkat pukul 11 pagi. Sedangkan kereta eksekutif selanjutnya berangkat pukul setengah 4 sore. Kurang lebih saya harus menunggu selama 4.5 jam. Apa saja yang bisa dilakukan sembari menunggu kereta di Stasiun Gambir? Berikut saran dari saya.

  1. Main ke pameran seni rupa di Galeri Nasional Indonesia. Letaknya bersebelahan kok dengan stasiun Gambir.
  2. Buat yang muslim bisa solat dan istirahat di Masjid Istiqlal.
  3. Wisata religi ke Gereja Immanuel, Masjid Istiqlal, dan Gereja Kathedral.
  4. Internetan pakai free wifi id di Stasiun Gambir dengan limit durasi satu jam. Wifi ini cuma kenceng di lantai bawah dekat loket penjualan tiket.
  5. Baca buku, majalah, atau koran.
  6. Jalan-jalan ke Monas dan Museum Gajah (kalau niat banget pengen berwisata).
  7. Wisata kuliner di restoran dan café yang ada di Stasiun Gambir.
  8. Curhat di diary kayak saya. :p
Image

Pelampiasan di saat bosan

Apakah ketinggalan seperti ini adalah orientasi yang harus dilalui para Homo turisticus, atau hanyalah buah dari keteledoran semata? Yang jelas ketinggalan kapal atau kereta benar-benar bikin gondok dan rugi secara waktu dan financial. Sebetulnya hal seperti ini sebaiknya dihindari.

Namun jika memang harus mengalami ini, just enjoy the ride!Nikmati saja fase menunggu lama di stasiun atau momen melompat-lompat antar kapal. Karena itu semua akan menjadi bagian dari cerita perjalanan yang gak akan dilupakan.

Kalau mau tahu bagaimana dan apa yang harus dilakukan dika ketinggalan pesawat, silahkan hubungi @takdos dan @febryfawzi. Hehhee!

Just FYI, untuk mendapatkan view yang oke di perjalanan kereta antara Jakarta dan Bandung, pilih kursi A dari Jakarta dan pilih kursi D untuk rute sebaliknya. Enjoy!

NB : Setelah postingan ini, kisah Couchsurfing dan Pria India akan dilanjutkan D

Advertisements

6 thoughts on “Ketinggalan!

  1. saya tiga kalo hampir ketinggalan pesawat… dua kali diselamtkan delay dan sekali diselamtkan cuaca… dan sumpah ga mau lagi yg gt2

    • iyaaa emang mending nongkrong lama2 di bandara deh mas daripada ketinggalan pesawat. mahaaaaaaal XD

  2. belom pernah yang namanya ketinggalan >,< selalu parno, jadi lebih sering nungguin dari pada ketinggalan. eh, tapi kalau lari – lari boarding pesawat sih sering hahaaa 😛

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s