India / Mancanegara / Perjalanan

Couchsurfing dan Pria India (part.1)

Tidak banyak yang tahu mengenai rencana keberangkatan saya di India. Sekalinya ada yang mendengar rencana tersebut, saya mendapatkan tanggapan yang kurang enak.

Beneran bertiga doang? Cewek semua? Lo ga takut?
Emang kenapa?
 tanya saya polos
Ya…India kan rawan buat cewek. Lo berani banget.
Tanggapan dari teman saya yang berjenis kelamin laki-laki itu, saya abaikan.

Begitu juga dengan Ayah saya yang kaget ketika tiba-tiba saya meminta izin.

Kamu kenapa ga bilang-bilang mau ke India?India tu bahaya lho yas!
Tapi apa boleh buat. Segala tiket sudah dipersiapkan dan saya tinggal berangkat (ehm sebetulnya ini salah satu taktik saya sih :p). Dengan sedikit berat hati Ayah saya membiarkan saya pergi. Lagi-lagi warning tersebut lagi-lagi tidak saya indahkan.

Tidak lama sebelum saya berangkat ke India, berita diramaikan dengan kasus pemerkosaan mahasiwi India di Delhi. Kemunculan kasus tersebut membuat saya mendapatkan travel warning lebih keras lagi dari teman-teman. Namun saya pikir, kasus serupa juga banyak terjadi di Indonesia. Tidak hanya di India.

Gambaran tentang laki-laki India saya banyak dapatkan dari film Bollywood dan mereka yang berlalu-lalang di Pasar Baru. Tapi apakah semua pria India semanis Shahrukh Khan atau Aamir Khan? Culas seperti penjahat-penjahat di film Slumdog Millionaire? Atau sama garangnya dengan Inspektur Vijay?

Tentunya gambaran tentang bagaimana pria India yang sesungguhnya baru terjawab setelah saya berinteraksi langsung. Ya, untuk bagian ini berhubungan juga dengan komunitas backpacker dunia yang hendak mencari tempat bobok gratis, Couchsurfing.

Jauh-jauh hari sebelum berangkat ke India, saya berusaha mencari tebengan gratis via Couchsurfing. Berdasarkan pengalaman saya sebelumnya di Malaysia dan Vietnam, komunitas ini sangat membantu. Bukan cuma menghemat pengeluaran untuk hostel, tapi juga menambah teman baru—apalagi jika ia penduduk lokal.

Karena saya pergi tanpa laki-laki, rasanya lebih enak jika mencari host yang sama-sama perempuan. Sayang, hasil pencarian saya untuk host di Jaipur hampir nihil untuk perempuan, namun dibanjiri dengan calon host laki-laki. Sempat males dan berpikir untuk menginap di hostel saja.

Hingga suatu hari ada satu notifikasi dari pria asal India yang menyapa saya di kotak masuk. Melihat referensinya, positif aja tuh. Akhirnya saya memberanikan diri untuk mengontaknya lebih jauh. Lumayan juga untuk tahu info-info seputar India.

Sebut saja namanya Gupta. Bukan nama sebetulnya tentunya.

Gupta membalas pesan perkenalan saya dengan mengirimkan URL akun Facebook miliknya. Katanya supaya lebih enak, kita ngobrol di Facebook aja. Okelah, saya dan Gupta jadi teman di Facebook. Melihat isi Facebook nya sih, sepertinya Gupta adalah pria India modern yang sudah mengenyam bangku pendidikan tinggi.

Beberapa kali saya bertegur sapa di chat Facebook. Namun tidak sampai ngobrol di chatroom karena waktu online yang tidak berbarengan. Tegur –sapa di pesan Facebook itu masih terasa normal-normal saja. Hingga akhirnya saya dan Gupta sama-sama online di chat Facebook dan ngobrol.

Ini adalah potongan AWAL perbincangan saya dengan Gupta.

Image

Ternyata tidak butuh waktu lama bagi Gupta untuk menggombal ala film India. Saya sudah berusaha mengalihkan pembicaraan ke Shahrukh Khan yang baru saja datang ke Jakarta. Tapi dia lebih konsentrasi mengeluarkan gombalan Bollywood-nya untuk saya. Bah!

Oke kembali ke tujuan awal saya ngobrol sama Gupta. Saya berusaha bercerita mengenai rencana perjalanan saya ke India. Gupta ini tinggal di Mumbai. Saya bilang bahwa saya akan ke Jaipur pertengahan Februari tapi sepertinya saya tidak akan ke Mumbai karena cukup jauh.

Dan Gupta kembali beraksi.

Image

Tulisan yang muncul dalam chatroom di atas membuat saya naik pitam. Crossing the ocean for a kiss? WHAT THE HELL WAS THAT!

Niat mengorek info seputar India lebih jauh buru-buru saya sudahi. Eh tapi ternyata, si Gupta ini tetap usaha lho! Ini kalimat terakhir di chatroom saya dengannya.

Image

Kill me now.

Advertisements

14 thoughts on “Couchsurfing dan Pria India (part.1)

  1. Ebusett, mbaaakk… Pengalaman kita sama banget sih!
    Aku juga di-message di CS dan di-add sama si Gupta itu di Facebook, dan isi chatingannya sama persis! HAHAHAHAHAHA… Ternyata dia gak kreatif.
    Eh tapi pengalamanku sama si Gupta lebih parah dari itu :)))

    • Gupta yg mbak maksud org yg sama dengan di chat itu? gak kreatif amat lah klo sama persis. HAHAHAHA
      waaaaaah diapain lagi mbak abis itu? share doooong 😀

      • Iyaa.. Ya orang itu. Hahahaha…
        Hadeeehh banget lah itu gombalannya.
        Diajakin skype-an *begonya aku kok mau*
        Awalnya tetep ngegombal, terus dia mulai bahas hal yang menjurus tidak senonoh, teruuss… *gak sanggup cerita*

    • whaaaat???bahkan sampe skype-an mbak??waduh laen kali jangan pernah mau deh yaa ngobrol via dunia maya ama cowok2 sana. sereeem :((

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s