Serba Serbi

Sekilas Raden Saleh

Raden Saleh Sjarif Boestaman (1807-1880)
Maestro lukis Indonesia ini lahir di Semarang dari pernikahan antara seorang pria santri bernama Sayid Husein dengan perempuan bangsawan bernama Raden Ayu Sarif Husen. Semenjak kecil ia telah menunjukkan bakatnya dalam menggambar. Di usia 22 tahun, Raden Saleh merantau ke tanah Eropa untuk mengembangkan bakatnya di bidang seni lukis. Selama perantauannya di Eropa, nama Raden Saleh sudah banyak tecantum dalam berbagai pameran seni di kota-kota besar Eropa seperti Paris, Dresden, Den Haag, dan Berlin.
Kecerdasannya dalam melukis dan kemudahannya dalam bergaul tidak hanya membuatnya diterima dan dikenal luas di kalangan bangsawan dan seniman Eropa, namun juga hingga ke ruang lingkup kerajaan Eropa. Dalam 20 tahun perantauannya di Eropa, Raden Saleh banyak sekali ditugaskan untuk melukis anggota keluarga berbagai kerajaan di Eropa. Tercatat pada tahun 1851, ia mendapatkan gelar “pelukis kerajaan” di kota Den Haag.
Walaupun sudah menyambangi berbagai negara di Eropa, ia lebih banyak menghabiskan waktu di Dresden, Jerman. Bahkan saat tinggal di Jerman, ia pernah membangun sebuah musholla berukuran 5 x 5 meter yang hingga kini masih tegak berdiri dengan nama The Blue Pagoda.
Pada tahun 1852, Raden Saleh tiba kembali di tanah air. Namun selang 17 tahun kemudian, ia ditangkap oleh Belanda dengan tuduhan telah memimpin pemberontakan kaum petani. Peristiwa ini membuat Raden Saleh stress dan tidak lagi produktif lagi dalam melukis. Untuk mengobati batinnya atas peristiwa tersebut, ia kembali bertolak ke Eropa bersama istri dan anak angkatnya. Tidak lama setelah kepulangannya dari Eropa, Raden Saleh meninggal dalam keadaan miskin di bawah rasa kecewa atas perlakuan Belanda kepadanya selama berada di tanah air.
Mengingat ia lebih banyak menghabiskan masa produktif di Eropa, maka tidak heran apabila hanya sedikit karya beliau yang tersimpan di tanah airnya sendiri. Kini sebagian besar lukisan karya Raden Saleh tersebar di Eropa menjadi koleksi umum, dan bahkan koleksi pribadi. Hhmm beruntung banget mereka yang dirumahnya terpajang lukisan Raden Saleh ya.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s