Serba Serbi

Karya Agung Sang Maestro Lukis

Dulu waktu masih kecil, gue suka nggak ngerti sama orang yang bisa berdiri lama-lama depan satu lukisan doang. Apa sih yang sebenernya dilihat dan dipikirin orang tersebut? Dua pertanyaan itu baru terjawab belasan tahun kemudian secara langsung. Kemarin, untuk pertama kalinya gue bisa berdiri lama-lama depan lukisan. Tepatnya di depan lukisan ini: Penangkapan Pangeran Diponegoro karya Raden Saleh.


Gue menikmati berbagai produk seni rupa, termasuk lukisan. Walau tidak paham betul mengenai seluk beluk penilaian keindahan sebuah lukisan, gue merasa bahwa lukisan ini sangat ‘hidup’. Mungkin ini yang dimaksud
dengan photographic painting ya? Yang kuliah di jurusan seni rupa, mohon koreksinya! Hehee

Lukisan tidak hanya hasil bentukan dari tetesan cat minyak di atas kanvas. Selalu ada cerita dan filosofi di balik setiap goresannya. Sebelumnya gue mengenali lukisan ini sebagai gambarandari Pangeran Diponegoro yang ditangkap pasukan Belanda. Titik. Padahal ada cerita panjang dari satu bingkai kanvas salah satu masterpiece dari Raden Saleh.

Sebetulnya lukisan ini adalah versi lain tentang kisah penangkapan Pangeran Diponegoro dari Raden Saleh. Sebelumnya sudah ada lukisan bertemakan serupa dari seorang pelukis asal Belanda, Nicolas Pieneman. Peristiwa yang mendasari kedua lukisan tersebut boleh jadi sama, dan sekilas memang tampak serupa. Namun tentunya, sudut pandang yang digunakan oleh kedua pelukis jauh berbeda hingga muncul lah perbedaan interpretasi dari kedua lukisan.

Pangeran Diponegoro ditangkap pada tahun 1830 oleh Jenderal de Cock ketika hendak melakukan perundingan damai dengan Belanda di kota Magelang. Dalam lukisan versi Nicolas Pieneman digambarkan bahwa Pangeran Diponegoro menyerah dan berlutut di  bawah kaki pasukan Belanda. Sedangkan dalam versi yang dibuat Raden Saleh, Pangeran Diponegoro terlihat berdiri tegak dengan mata tegas menatap Jenderal de Cock. Bahasa tubuh sang pahlawan yang mencerminkan bahwa ia kuat, berani, dan tidak takut kepada petinggi Belanda sekalipun.

Bila diperhatikan, bagian kepala para pasukan Belanda terlihat lebih besar. Hal ini merupakan kesengajaan yang dibuat Raden Saleh untuk menggambarkan bahwa pasukan Belanda itu besar kepala: angkuh dan sombong. Bahkan dalam salah satu sumber juga menyebutkan bahwa Raden Saleh turut menggambarkan dirinya tengah berdiri menyaksikan penangkapan ini. Padahal ketika penangkapan Pangeran Diponegoro terjadi, ia masih berada di Jerman. Namun, yang mana Raden Saleh dilukisan ini, gue juga nggak bisa nebak. Hehe

Lukisan ini selesai dibuat pada tahun 1857 dengan judul Penangkapan Pangeran Diponegoro, sedangkan versi yang dibuat oleh Nicolas Pieneman diberi judul Penaklukan Pangeran Diponegoro. Kata “tangkap” dengan “takluk” memiliki arti yang sangat berbeda bukan? Kini mahakarya Raden Saleh ini menjadi koleksi Istana Kepresidenan RI. And did you know?Lukisan ini baru dimiliki kembali oleh Indonesia pada tahun 1978 setelah diserahkan pihak Belanda.

Sekarang gue tahu bahwa kekaguman akan kepiawaian sang pelukis lah yang bisa menawan pengunjung untuk bisa berdiri lama di depan karya mereka. Dulu gue merasa aneh ketika ada orang yang liat lukisan dari deket banget, tapi ternyata memang menarik lihat detail sebuah lukisan dari dekat. Begitu pula halnya dengan gue ketika melihat lukisan ini.

Sebelumnya gue cuma bisa lihat lukisan ini dari buku, majalah, atau internet. Saat lukisan asli Penangkapan Pangeran Diponegoro ada di depan gue langsung, rasanya enggan beranjak dan pengen jeprat-jepret kamera berkali-kali. Ingin rasanya melihat detail lukisan ini terus menerus karena cuma ingin tahu bagaimana Raden Saleh bisa membuat lukisannya terlihat sangat hidup. Namun mungkin ngeliatin detail lukisan ini hingga bermalam di dalam gallery pun rasanya nggak cukup. Wow banget lah pokoknya. I guess this is one of the greatest Indonesian masterpiece in paintings from all time..
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s