Mancanegara / Thailand

Katanya Taman Nasional ; Phuket Trip vol.7

Puas duduk-duduk di pinggir pantai, kami melanjutkan ke destinasi selanjutnya yang berletak persis bersebelahan dengan pantai Nai Yang, yaitu Surinath National Park.

Taman nasional yang ada dalam bayangan saya adalah suatu wilayah yang letaknya amat jauh dari pusat kota. Terpencil dan sulit dijangkau. Luas wilayahnya berhektar-hektar. Terdiri dari hamparan bentang alam yang masih virgin dan tidak tersentuh. Sunyi. Hanya ada suara jangkrik di malam hari. Tiket masuk yang sangat murah—hanya Rp 2.500. Tidak ada pedagang makanan satu pun. Tidak ada listrik. Tidak ada manusia lain selain penjaga taman nasional dan pengunjung—yang kebanyakan peneliti. Banyak sekumpulan monyet liar yang kurus dan beringas. Terdiri dari hutan yang dihuni berbagai macam kingdom animalia yang dilindungi. Liar! Persis seperti apa yang saya temui saat berkunjung ke Taman Nasional Baluran bulan Juni tahun 2010 lalu.

Semenjak merasakan liarnya Baluran, saya menjadi tertantang untuk menjelajahi liarnya taman nasional yang lain. Dan saya sudah membayangkan bahwa saya akan menemui hal yang sama di Surinath National Park.

Tapi nyatanya Surinath National Park sangat jauh dari kata liar. Mungkin masih jauh lebih mengerikan Bumi Perkemahan Cibubur. Letaknya yang dekat dengan objek wisata dan bandar udara membuat taman nasional ini sangat mudah di akses. Di sini masih banyak dijumpai orang berlalu-lalang. Penginapannya pun masih bisa dibilang terlalu mewah untuk ukuran taman nasional. Bukan rumah panggung yang suram dan hanya ada dua sampai tiga buah seperti di Baluran.

i sini masih banyak dijumpai orang berlalu-lalang. keindahan dan keliaran bentang alam. n taman nasional yang ada di IndonesiaTidak ada bentang alam yang spesial selain ilalang yang lebat dan pantai yang masih satu garis dengan Nai Yang Beach. Surinath National Park ini tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan taman nasional yang ada di Indonesia. Hmmm…saya rasa Indonesia memang selalu jawara untuk soal keindahan dan keliaran bentang alam.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s