Mancanegara / Thailand

Jelajah ke Utara ; Phuket Trip vol.6

Di hari ketiga kami menjelajahi provinsi Phuket ke arah utara.

Pemberhentian pertama kami adalah tugu pahlawan yang terletak di persimpangan jalan yang cukup besar. Belakangan saya tahu bahwa dua orang yang diabadikan dalam bentuk patung bernama Chan dan Muk. Ternyata sosok mereka juga dipuja-puja oleh masyarakat setempat.

Tidak jauh dari Chan and Muk Monumental Statue, kami sempat mampir ke Thalang National Museum. Museumnya hampir sama suramnya dengan museum gajah di Jakarta. Bahkan sepertinya museum gajah lebih baik. Untuk masuk ke museum ini Anda harus merogoh kocek sebesar 100 baht.

Kemudian perjalanan berlanjut ke arah utara menuju wilayah konservasi yang memiliki beberapa air terjun. Jalanan yang dilewati untuk mencapai daerah ini sangat panas dan gersang. Sepanjang mata memandang hanya ada jalan raya, tanah-tanah kosong berilalang yang dijual, dan tidak ada kerumunan orang seperti di Patong.

Daerah yang banyak digunakan untuk konservasi itu mayoritas penduduknya beragama Islam. Masjid banyak dijumpai dimana-mana. Dan di daerah inilah untuk pertama kalinya saya mendengar suara adzan selama di Thailand.

Kami batal masuk ke air terjun yang saya lupa namanya karena untuk masuk ke sana harus bayar 200 baht. Wajar saja mahal karena di sekitar lokasi tersebut terlihat dirawat dengan baik. Tepat di persimpangan jalan sebelum mencapai air terjun, ada suatu tempat untuk konservasi hewan yang menjadi ikon negeri Thailand. Yup, di sana dijumpai banyak gajah dan kami puas berfoto-foto dengan mereka tanpa bayar sepeser pun.

Setelah selesai beristirahat dan memenuhi perut dengan kulit goreng ditambah sticky rice, kami melanjutkan perjalanan ke arah timur pulau Phuket. Tujuan kami adalah pantai Nai Yang yang letaknya dekat sekali dengan Phuket International Airport.

Tidak seperti Patong, Karon, dan Kata, Nai Yang Beach termasuk pantai yang letaknya jauh dari keramaian. Meskipun demikian tetap saja pantai ini diramaikan oleh bule-bule yang asik berbikini. Mungkin di pantai itu kami adalah satu-satunya wisatawan yang berbaju.

Pantai Nai Yang bagus banget. Pasirnya putih dan airnya tenang. Bahkan bisa dikatakan hampir tidak ada ombak. Ombak setinggi lima belas sentimeter pun jarang muncul. Pantainya sangat landai dan dangkal. Jika Anda berjalan melewati air pada jarak yang jauh sekalipun, hanya betis Anda yang tertutup oleh air.

Di Phuket Anda tidak akan menemukan orang berlalu lalang sambil menenteng papan surfing seperti halnya di Bali. Karena hampir semua pantai di Phuket bertipe laguna yang tidak ada ombak. Hal yang bisa dilakukan di pantai seperti ini adalah berjemur, berenang, sea cruising dan beberapa olah raga air seperti speedboat, banana boat, dan parasailing.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s