Domestik / Jogjakarta

Jalan Jalan Jogja ; Jogja – Semarang series vol.4

Oke, mari selesaikan hutang cerita Jogja-Semarang series saya ini. Karena gue baru saja menyelesaikan misi liburan yang baru : Bromo – Baluran – Bali. Haha

Singkat dan padat cerita aja deh. Kebanyak objek wisata yang kami kunjungn itu letaknya tidak jauh dari penginapan kami di kawasan Malioboro. Tinggal jalan kaki atau nakik becak. Kalo agak jauh sedikit bisa naik TransJogja yang haltenya bisa mudah ditemui di kawasan ini. Jadi, kemaren kemana aja waktu di Jogja? Here we go..

Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat

Membentang antara Tugu sebagai batas utara dan Panggung Krapyak di batas selatan, antara Sungai Code di timur dan Sungai Winongo sebelah barat. Antara Gunung Merapi dan Laut Selatan, Kraton dalam pikiran masyarakat Jawa, diartikan sebagai pusat dunia yang digambarkan sebagai pusat jagad.

Setelah Perjanjian Giyanti, Pangeran Mangkubumi diberi wilayah Yogyakarta. Untuk menjalankan pemerintahannya, Pangeran Mangkubumi membangun sebuah istana pada tahun 1755 di wilayah Hutan Beringan. Tanah ini dinilai cukup baik karena diapit dua sungai, sehingga terlindung dari kemungkinan banjir. Raja pertama di Kesultanan Yogyakarta adalah Pangeran Mangkubumi dengan gelar Sri Sultan Hamengku Buwono I (HB I).

Sejarah singkat di atas di ambil dari http://www.yogyes.com/ .Untuk bisa sampai sini, bisa jalan kaki atau naek becak. Yah deket banget sama kawasan Malioboro. Oh ya, jangan terkecoh. Kraton ini ada dua bagian yang berbeda, bagian satu cuma ada Aula dan yang satu lagi istana nya.

Taman Sari

Letak Tamansari hanya sekitar 0,5 km sebelah selatan Kraton Yogyakarta. Arsitek bangunan ini adalah bangsa Portugis, sehingga selintas seolah-olah bangunan ini memiliki seni arsitektur Eropa yang sangat kuat, disamping makna-makna simbolik Jawa yang tetap dipertahankan. Namun jika kita amati, makna unsur bangunan Jawa lebih dominan di sini. Tamansari dibangun pada masa Sultan Hamengku Buwono I atau sekitar akhir abad XVII M. Tamansari bukan hanya sekedar taman kerajaan, namun bangunan ini merupakan sebuah kompleks yang terdiri dari kolam pemandian, kanal air, ruangan-ruangan khusus dan sebuah kolam yang besar (apabila kanal air terbuka).

Untuk nyampe sini, bisa naek becak dari Kraton Yogya bayarnya 10ribu, sebenernya termasuk mahal sih. Buat masuk ke dalem sini sendiri, Anda cukup mengeluarkan uang untuk tiket sebesar 3ribu. Kadang-kdang dari pintu masuk suka dikintilin ama tour guide ga resmi, untuk bayar jasanya dia, cukup kasih 10ribu aja. hehe

Universitas Gajah Mada

Pergi mengunjungi salah satu perguruan tinggi di sebuah kota memang bukan menjadi pilihan utama para wisatawan. Ya kalo dipikir, mau ngapain juga gitu. Tapi bagi gue hal ini menarik dan terkadang menjadi sedikit wajib karena ingin mengobati rasa penasaran ingin tahu seperti apa bentuk perguruan tinggi yang terkenal dari suatu kota atau daerah. Yaa itung-itung sekalian temu kangen sama temen-temen yang kuliah di sana.

Perguruan tinggi apa yang terkenal di Jogjakarta? UGM dooong. Untuk ke sini bisa naek TransJogja walaupun dibawa muter-muter dulu keliling Jogja sebelum sampai kampus UGM. Sampai di sana, langsung tancap pasang tripod buat foto di depan tulisan UNIVERSITAS GAJAH MADA. Ya bisa juga dijadikan sebagai barang bukti bahwa Anda benar-benar pergi ke Jogja, selain foto di depan Tugu. Hehe

Pantai Sundak

Tau nggak kalo di Jogja itu ternyata ada satu pantai yang cantikk banget dan bener-bener sepi nggak berpenghuni? Kalo belom tau baca postingan gue aja yang ini.

Tugu Pemuda

Salah seorang temen gue bilang, belom ke Jogja kalo nggak foto di Tugu Pemuda. Untuk bisa nyampe sini cukup jalan kaki aja ke arah stasiun Tugu dari Malioboro. Karena letaknya di perempatan jalan, makanya disedian semacam space untuk orang berfoto-foto ria. Sedikit saran dari gue, kalo mau foto di tugu ini harus sedikit hati-hati. Selain karena mobil yang lalu lalang tidak banyak yang ngebut, hati-hati juga karena penduduk setempat suka menaruh sejenis sesajen saat event-event tertentu. Takutnya pamali kalo ganggu. hehe

Candi Prambanan & Istana Ratu Boko

Candi Prambanan adalah bangunan luar biasa cantik yang dibangun di abad ke-10 pada masa pemerintahan dua raja, Rakai Pikatan dan Rakai Balitung. Menjulang setinggi 47 meter (5 meter lebih tinggi dariCandi Borobudur), berdirinya candi ini telah memenuhi keinginan pembuatnya, menunjukkan kejayaan Hindu di tanah Jawa. Candi ini terletak 17 kilometer dari pusat kota Yogyakarta, di tengah area yang kini dibangun taman indah.

Candi Prambanan memiliki 3 candi utama di halaman utama, yaitu Candi Wisnu, Brahma, dan Siwa. Ketiga candi tersebut adalah lambang Trimurti dalam kepercayaan Hindu. Ketiga candi itu menghadap ke timur. Setiap candi utama memiliki satu candi pendamping yang menghadap ke barat, yaitu Nandini untuk Siwa, Angsa untuk Brahma, dan Garuda untuk Wisnu. Selain itu, masih terdapat 2 candi apit, 4 candi kelir, dan 4 candi sudut. Sementara, halaman kedua memiliki 224 candi.

Sedangkan Istana Ratu Boko adalah sebuah bangunan megah yang dibangun pada masa pemerintahan Rakai Panangkaran, salah satu keturunan Wangsa Syailendra. Istana yang awalnya bernamaAbhayagiri Vihara(berarti biara di bukit yang penuh kedamaian) ini didirikan untuk tempat menyepi dan memfokuskan diri pada kehidupan spiritual. Berada di istana ini, anda bisa merasakan kedamaian sekaligus melihat pemandangan kota Yogyakarta dan Candi Prambanan dengan latar Gunung Merapi.

Istana ini terletak di 196 meter di atas permukaan laut. Areal istana seluas 250.000 m2terbagi menjadi empat, yaitu tengah, barat, tenggara, dan timur. Bagian tengah terdiri dari bangunan gapura utama, lapangan, Candi Pembakaran, kolam, batu berumpak, dan Paseban. Sementara, bagian tenggara meliputi Pendopo, Balai-Balai, 3 candi, kolam, dan kompleks Keputren. Kompleks gua, Stupa Budha, dan kolam terdapat di bagian timur. Sedangkan bagian barat hanya terdiri atas perbukitan.

Penjelasan empat paragraf di atas saya ambil dari http://www.yogyes.com/. Untuk tiket masuk paket Candi Prambanan dan Istana Ratu Boko bisa didapat dengan mengeluarkan kocek sebesar 30ribu rupiah. Dari candi prambanan Anda akan diantar dengan mobil sampai ke Istana Ratu Boko. Nyaman dan praktis.

Sekaten 2010!

Sekaten ini buat gue jadi tempat paling menarik nomer dua di Jogja setelah pantai Sundak. Sekaten ini sejenis pasar malem yang diselenggarakan di alun-alun kota Jogja yang mengarah ke Kraton. Bentuknya sih standar pasar malem lah. Ada yang jual makanan dan cemilan, ada yang jualan baju baik yang baru maupun yang second hand, ada pertunjukan lumba-lumba, dan ada beberapa wahana permainan tentunya. Biaya yang harus dikeluarin untuk bisa main di satu wahana cukup mahal, yaitu 5ribu rupiah.

Ada satu wahana yang bikin gue bener-bener berkesan. Dan sampai saat ini sih kalo ngeliat wahana kayak gitu lagi di pasar malem laen, belom ada tandingannya. Wahana itu adalah..ombak-ombakan! Mmm agak sulit sih kalo digambarin lewat kata-kata. Intinya itu suatu wahana permainan berbentuk lingkaran dengan prinsip kerja mirip gangsing dengan pusat putaran di bagian atas. Sang pengunjung cukup duduk manis di tempat yang sudah disediakan, dan nantinya wahana itu akan diputar oleh….manusia!

yang di belakang itu kincir angin. bukan ombak-ombakan yang gue maksud

Awalnya gue pikir bakal garing karena sumber energinya berasal dari otot manusia. Rasanya kurang mantep aja gitu. Tapi pikiran gue salah. Ternyata dengan mengeluarkan daya maksimum yang dihasilkan oleh kerja otot beberapa mas-mas penjaga wahana tersebut, gue dan pengunjung lain berhasil dibuat pusing dan mabok karena putaran yang begitu cepat. Naik..turun..naik lagi..turun lagi… Tapi rasa takut gue itu ternyata tidak berlangsung lama, karena para pekerja yang bertugas memutar wahana tersebut menghibur pengunjung dengan melakukan suatu aksi akrobatik muter-muter jungkir balik sembari menjaga wahana tersebut agar tetap berputar dengan kencang. Kebayang ga? Penasaran asiknya kayak apa? kalo mau coba asiknya naik ombak-ombakan di Jogja, dateng aja ke event tahunan sekaten. Gue jamin ombak se asik ini cuma ada di Sekaten Jogja. Selain sukses mebuat pengunjung deg-degan karena wahana yang berputar begitu cepat, pengunjung akan dihibur dengan mas-mas yang melakukan aksi akrobatik selama permainan berlangsung. SERU ABIS!

MALIOBORO DAN PASAR BRINGHARJO

Bagi para shopaholic, hukumnya wajib banget untuk memenuhi nafsu belanja tersebut di Jogja. Tepatnya di kawasan Malioboro dan Pasar Bringharjo. Bila hendak membeli batik, Beringharjo adalah tempat terbaik karena koleksi batiknya lengkap. Mulai batik kain maupun sudah jadi pakaian, bahan katun hingga sutra, dan harga puluhan ribu sampai hampir sejuta tersedia di pasar ini. Koleksi batik kain dijumpai di los pasar bagian barat sebelah utara. Sementara koleksi pakaian batik dijumpai hampir di seluruh pasar bagian barat. Selain pakaian batik, los pasar bagian barat juga menawarkan baju surjan, blangkon, dan sarung tenun maupun batik. Sandal dan tas yang dijual dengan harga miring dapat dijumpai di sekitar eskalator pasar bagian barat.

Selain barang yang tersedia menarik, beraneka ragam tidak monoton pada suatu item tertentu, harga yang ditawarkan tentunya jauh lebih murah daripada yang sering Anda lihat pusat perbelanjaan di Jakarta. Yaa, karena di sini pabrik nya. Contohnya, kaos wayang yang biasa gue lihat di pusat perbelanjaan sejenis ITC harganya bisa 55ribu dan kemarin di Jogja gue bisa dapet kaos tersebut dengan harga 15ribu rupiah saja. Dompet batik yang bias ague lihat di Jakarta harganya 40ribuan, gue bisa dapet di Jogja dengan harga 5ribu saja. Jauh banget kan bedanya? So, jangan pulang dari Jogja sebelum belanja.

 

Oh iya sedikit tips dari saya bila ingin backpacking ke Jogjakarta :

  • Cari penginapan murah meriah di jalan Sosrowijayan aja
  • Jangan lupa pake sunblock. Karena panasnya Jogja bisa memberikan efek yang lebih buruk daripada Bali
  • Usahakan bersikap lebih halus kepada masyarakat sekitar. Karena ini Jogja, Bung! Bukan Jakarta.
  • Alangkah baiknya jika berbicara dalam bahasa Jawa atau dialek jawa kepada masyarakat setempat. Selain bisa mendapat respect yang lebih bagus, Anda juga bisa mendapat harga yang lebih murah ketika tawar menawar.

For further information about Jogjakarta tourism, click http://www.yogyes.com/ .Monggoooo

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s