Domestik / Jogjakarta

Sosrowijayan ; Jogja – Semarang Series vol.3

Waktu menyeduh minuman sereal rasa vanili , sesaat mengingatkan saya akan suasana penginapan itu pagi hari. Minuman itu sangat cocok bagi kami yang kondisi keuangannya serba pas-pasan dan serba ngirit—minum susu dan sarapan rasanya sudah terpenuhi. Minuman sereal sachet rasa vanilla tersebut sungguh melengkapi perbincangan kami sambil menikmati suasana pagi penginapan Nuri Losmen yang terletak di jalan Sosrowijayan, Jogjakarta.
Travelling experience is a never ending story. Dan nggak ada pernah bosennya kalo ada temen yang minta cerita soal pengalaman backpacking selama liburan.
Bagi gue ada hal lain selain kota tujuan wisata yang selalu bikin kangen, yaitu suasana penginapan yang dijadikan tempat bernaung selama pergi keluar kota. Kalo untuk gue pribadi yang sedang melakoni kasta backpacker, saat ini saya cuma butuh tempat penginapan yang bersih, terutama kamar mandinya. Toh saat pergi keluar kota, kita lebih banyak menghabiskan waktu di objek wisata. Jadi agak rugi juga kalo harus bayar mahal di hotel berbintang. Fungsi penting sebuah penginapan bagi gue hanya ada dua, yaitu untuk meletakkan ransel dan tidur. That’s it.
Selama di Jogja, saya nginep di Nuri Losmen. Penginapan ini ada di daerah Malioboro tepatnya di jalan Sosrowijayan. Penginapannya mirip kosan mahasiswa di daerah kampus. Rumah dengan banyak pintu kamar. Hampir semua kamar diisi oleh turis asing dengan bahasa yang kurang familiar. Terkadang hal itu jadi bahan tebak-tebakan. Mmm mungkin saat itu  kami adalah turis domestik yang paling kere.
Buat yang pengen pergi liburan ala backpacker ke Jogja, jangan takut untuk kehabisan tempat penginapan. Di jalan Sosrowijayan yang letaknya tidak jauh dari stasiun Tugu ini tersedia sederetan penginapan dengan rentang harga berkisar antara Rp 50.000 – Rp 100.000. Mau cari penginapan yang kental akan suasana klenik, sampai yang modern ala masa kini pun ada. Tersedia pula sederatan fasilitas money changer, travel agent, toko cinderamata, minimarket, dan juga warung makan .
Kawasan Malioboro ini memang tercipta bagi para wisatawan, selain dekat dengan beberapa objek wisata yang sering dikujungi para wisatawan–seperti kawasan Kraton Ngayogyakarta, alun-alun kota Jogja, Benteng Vredeburg, dan juga Tugu Jogja–dari kawasan ini juga mudah ditemukan akses ke sarana transportasi yang dapat mengantarkan Anda ke tempat wisata yang letaknya agak jauh, seperti TransJogja yang dapat mengantarkan Anda hingga ke Candi Prambanan dan Istana Ratu Boko.
sedikit kenang-kenangan depan Nuri Losmen sebelum tancap ke Semarang
Sedikit tips dari saya tentang penginapan selama backpacing:
  • cari info tentang penginapan SEJELAS-JELASNYA. Mulai dari harga, fasilitas, hingga aksesibilitas ke objek wisata dan sarana transportasi.
  • hubungi dan booking penginapan at least seminggu sebelum Anda berangkat, biar ga keabisan kamar. terutama kalo lagi musim liburan anak sekolah
  • jika Anda pergi backpacking bergerombol antara 6 sampai 10 orang, alangkah baiknya tanya ke penginapan bersangkutan, berapa maksimum orang yang diperbolehkan menginap dalam satu kamar. Kalau memang tidak dibataskan jumlahnya, kabar bagus! Berarti biaya untuk penginapan semakin murah.
  • Jika dibatasi jumlah orang yang menginap dalam satu kamar, jangan lupa tanya apakah jika jumlah kuota melebihi batas maksimum akan dikenai biaya khusus, atau tidak.
  • Murah mahalnya biaya penginapan memiliki pengaruh yang besar kepada budget yang akan Anda keluarkan, jadi mari berhitung dengan cermat dan hemat!
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s