Pulau Jawa, Hindia Belanda, dan Sains Tahun 1920an

Ini kali pertama gue membaca catatan perjalanan jadul secara paripurna. Pernah gue  membaca catatan perjalanan orang-orang yang singgah di Singapura tahun 1800an. Namun cuma sepotong-sepotong dan itu pun dari kacamata seorang pelancong atau pewarta. Sudut pandang yang cukup lumrah untuk sebuah catatan perjalanan. Catatan perjalanan kali ini cukup menarik karena diceritakan dari kacamata seorang saintis … Continue reading Pulau Jawa, Hindia Belanda, dan Sains Tahun 1920an

Advertisements

Ketika Saintis Tamasya

Journeys to Java merupakan catatan perjalanan seorang ahli kehutanan asal Jepang bernama Marquis Tokugawa ketika menghadiri Fourth Pacific Science Congress di Batavia (Jakarta) dan Bandung, Jawa Barat, pada tahun 1929. Setelah menghadiri kongres tersebut Tokugawa berkelana keliling Pulau Jawa hingga sempat bertamu ke Keraton Soesoehoenan, Solo. Buku ini diterjemahkan sendiri oleh cucu dari sang penulis. … Continue reading Ketika Saintis Tamasya

Sebuah Refleksi Tentang Jalan-Jalan

"Kamu ngapain jalan-jalan bawa bendera?" "Buat foto-foto lah, Bu." Percakapan di atas terjadi ketika nyokap keheranan mendapati jemuran bendera merah putih setelah gue kembali dari Yogyakarta di tahun 2010. Sewindu lalu boleh jadi Instagram belum lahir. Namun kami, Genggong 13, kerap bertamasya saat liburan supaya bisa foto-foto dan dipamerkan di Facebook. Salah satu persiapan yang … Continue reading Sebuah Refleksi Tentang Jalan-Jalan

73 Alasan Untuk Tetap Cinta Indonesia

Kemarin ada satu pertanyaan di Quora Indonesia yang cukup menggelitik: mengapa Indonesia kurang terkenal di dunia internasional? Pertanyaan tersebut mengingatkan gue akan pengalaman melancong sebagai warga negara Indonesia selama di negara lain. Ya, betul, untuk menjelaskan kota tempat gue berasal pun sulit. Padahal Jakarta adalah ibukota Indonesia.  Klasik, perkenalan tentang sebuah negara bernama Indonesia dimulai … Continue reading 73 Alasan Untuk Tetap Cinta Indonesia